Tekan Inflasi, Surabaya Jual Pangan Lebih Murah dari Pasar

- Publisher

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga antusias membeli kebutuhan pokok dengan harga murah yang digelar Pemkot Surabaya. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

i

Warga antusias membeli kebutuhan pokok dengan harga murah yang digelar Pemkot Surabaya. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli warga menjelang Ramadan. Kegiatan berlangsung di Balai RW 1, Jalan Jepara III No.1, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Jumat (13/2/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, GPM digelar atas arahan Wali Kota Eri Cahyadi untuk mendekatkan akses bahan pokok murah, terutama komoditas yang mulai merangkak naik.

“Kami fokus pada komoditas yang harganya naik seperti telur dan cabai rawit. Harganya lebih murah dari pasar,” ujar Antiek.

Berbeda dari sebelumnya, GPM kali ini melibatkan hasil panen kelompok tani (Poktan) dan program padat karya. Cabai yang dijual merupakan hasil panen lokal untuk menyiasati harga pasar yang masih tinggi.

“Cabai di pasar masih ‘pedas’. Karena itu kami bawa hasil panen masyarakat agar warga bisa dapat harga tangan pertama dari petani,” jelasnya.

Telur ayam yang dijual juga berasal dari program padat karya binaan Pemkot Surabaya.

Dalam GPM tersebut, DKPP menyediakan 1.300 liter minyak goreng, 500 sak beras (300 SPHP dan 200 premium), serta 500 kilogram gula pasir. Selain itu, tersedia 250 kilogram telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai besar, hingga daging.

Baca Juga:  Kebakaran Gedung Jantung Soetomo, RS Pastikan Pasien Tak Terpapar Asap

Untuk pemerataan, pembelian dibatasi. Minyak goreng maksimal dua botol per orang, beras dua sak, dan gula pasir sekitar 5–6 kilogram.

Antiek memastikan stok pangan di Surabaya dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.

“Belanja sesuai kebutuhan. Persediaan aman,” tegasnya.

Pemkot Surabaya juga mengimbau warga membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik.

Ke depan, pasar murah serentak akan digelar pada 25 Februari 2026. GPM akan dilakukan secara masif menjelang Ramadan hingga pasca-Lebaran guna memastikan inflasi tetap terkendali.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp 23 Ribu, Kini Rp 2,613 Juta per Gram

Manfaat GPM dirasakan langsung warga. Rutinah, salah satu pembeli, mengaku terbantu karena selisih harga cukup signifikan.

“Biasanya cabai seperempat kilo Rp20 ribu, di sini Rp10 ribu. Lumayan untuk hemat uang dapur,” ujarnya.

Dengan skema ini, Pemkot Surabaya berharap stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli warga tidak tergerus lonjakan harga menjelang Ramadan.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB