Harga Cabai Merangkak Naik, Pemkot Surabaya Ajak Warga Optimalkan Lahan di Pekarangan Rumah

- Publisher

Sabtu, 11 Desember 2021 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang cabai di Pasar Keputran Surabaya /Bicara Surabaya

i

Pedagang cabai di Pasar Keputran Surabaya /Bicara Surabaya


Bicarasurabaya.com – Memasuki minggu keempat bulan November 2021 harga cabai di berbagai pasar rakyat Jawa Timur fluktuatif cenderung mulai merangkak naik. Kenaikan ini tak terkecuali juga terjadi di Kota Surabaya.

Bahkan, menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) 2022, harga cabai di Pasar Pabean semakin ”pedas”. Kenaikan harga menembus hingga 200 persen. Cabai rawit misalnya, kini dijual Rp 40-45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 12-15 ribu per kilogram. Harga 1 kilogram cabai merah naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 30 ribu.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Ubah Bekas Kolam Renang THR Jadi Lapangan Mini Soccer hingga Padel

Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab kenaikan harga. Musim hujan mengakibatkan keterlambatan jadwal panen di daerah distributor, seperti Madura, Probolinggo, dan Lamongan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyatakan, bahwa Pemkot Surabaya telah menggelar operasi pasar di 31 kecamatan Surabaya. Salah satu komoditi yang dijual dalam operasi pasar itu adalah cabai.

“Memang menjadi siklusnya saat pergantian musim dan bertepatan dengan natak dan tahun baru. Selain itu, turunya level PPKM menyebabkan permintaan cabai tinggi karena restoran sudah buka kembali,” kata Armuji dalam siaran persnya, Sabtu (11/12/2021).

Baca Juga:  Dibantu 1000 Tisu, Pemkot Bakal Isi 145 Titik Wastafel di Surabaya

Oleh karena itu, Armuji mengajak warga mengoptimalkan lahan-lahan pekarangan yang ada di sekitar rumah untuk bisa ditanami tanaman pangan produktif seperti cabai, terong, buah – buahan dan sayur mayur.

“Nanti bibitnya busa disediakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Dengan begitu, kemandirian pangan kita akan lebih terjaga. Tidak butuh lahan luas, ada yang menggunakan pot bisa tumbuh seperti cabai,” ungkap Cak Ji.

Ia juga mengaku selama ini rutin merawat tanaman produktif di halaman rumahnya, mulai dari Alpukat, jambu, Kelengkeng, Sayur – Mayur dan Tomat.

Baca Juga:  Jalankan Instruksi Presiden, Wali Kota Eri Cahyadi Perkuat Rantai Pasok Hotel dan UMKM

“Sebelum berangkat kerja selalu menengok dan merawat dahulu tanaman di halaman, kalau panen kan bisa dibagi ke warga sekitar,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB