Bicarasurabaya.com – Kebijakan work from home (WFH) setiap Rabu bagi aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Timur menuai sorotan. Meski ditujukan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), dampaknya dinilai masih terbatas dibanding kebutuhan energi harian.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut kebijakan ini merupakan bagian kontribusi daerah merespons tekanan energi global.
“Kalau diterapkan Jumat, justru berpotensi meningkatkan mobilitas. Tujuan utama kita menekan pergerakan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemprov Jatim memperkirakan penghematan BBM dari kebijakan ini mencapai sekitar 108 ribu liter per bulan, berdasarkan jumlah ASN sekitar 81.700 orang.
Namun, jika dibandingkan dengan konsumsi BBM harian di Jawa Timur yang mencapai sekitar 12.150 kiloliter per hari untuk jenis Pertalite saja, angka tersebut dinilai belum signifikan.
“Penghematan ini memang belum besar, tapi tetap menjadi bagian kontribusi,” kata Emil.
Selain itu, implementasi kebijakan juga tidak menyasar seluruh ASN. Lebih dari 40 ribu ASN yang berprofesi sebagai tenaga pendidik dan tenaga kesehatan tetap bekerja normal karena berbasis layanan langsung.
Kondisi ini membuat dampak pengurangan mobilitas menjadi terbatas.
Di sisi lain, muncul potensi efek turunan dari kebijakan WFH, seperti penurunan aktivitas ekonomi di sekitar perkantoran hingga perubahan pola kerja yang belum tentu merata di semua sektor.
Meski demikian, Pemprov Jatim memastikan produktivitas ASN tetap terjaga melalui sistem Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) berbasis bulanan.
Pengalaman saat pandemi juga menjadi dasar bahwa sistem kerja jarak jauh tetap bisa berjalan efektif.
Pemprov menegaskan kebijakan ini akan terus dievaluasi, terutama untuk mengukur keseimbangan antara efisiensi energi dan kualitas layanan publik.
Dengan kontribusi penghematan yang relatif kecil, kebijakan WFH Rabu di Jawa Timur kini menjadi uji efektivitas—apakah mampu memberi dampak nyata terhadap konsumsi energi, atau sekadar langkah simbolis di tengah tekanan global.(BS/za)











