Lemhannas Apresiasi Capaian Pendidikan dan Ekonomi Jawa Timur

- Publisher

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lemhannas Apresiasi Capaian Pendidikan dan Pangan Jawa Timur. (Foto: dok Humas Pemprov Jatim)

i

Lemhannas Apresiasi Capaian Pendidikan dan Pangan Jawa Timur. (Foto: dok Humas Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) TB Ace Hasan Syadzily memuji capaian Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa, terutama dalam penguatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, dan ketahanan pangan nasional.

Menurut Ace Hasan, Jawa Timur dinilai berhasil menjadi salah satu daerah percontohan dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Universitas KH Abdul Chalim, Ponpes Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya senang Jatim di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur terus mendorong kualitas sumber daya manusia. Karena yang menentukan kualitas Indonesia 2045 adalah bagaimana kita membangun generasi muda saat ini,” ujar Ace Hasan.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan berbagai capaian pembangunan Jawa Timur tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga pesantren.

Baca Juga:  Banjir Simo Jadi Prioritas, Pemkot Surabaya Susun Penanganan 2026

“Kuncinya adalah sinergi. Tidak mungkin kita sukses sendirian,” kata Khofifah.

Khofifah memaparkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara year on year. Angka itu menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa sekaligus melampaui rata-rata nasional.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ditopang sejumlah sektor utama seperti industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, dan pertanian 10,51 persen.

Di sektor ketenagakerjaan, pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 7,38 juta pekerja, disusul perdagangan 4,69 juta tenaga kerja dan industri 3,36 juta tenaga kerja.

Di bidang pendidikan, Khofifah menyebut Jawa Timur selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 20.000, Kini Rp 2,819 Juta per Gram

Berdasarkan data SNPMB 2026, sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur lolos SNBP dari total 108.122 pendaftar.

“Kerja keras luar biasa dan doa yang mengiringi seluruh ikhtiar kita,” ujar Khofifah.

Untuk memperkuat kualitas SDM, Pemprov Jatim menjalankan sejumlah program strategis seperti revitalisasi SMK, sekolah double track, boarding school, bantuan pendidikan keluarga prasejahtera, hingga berbagai program beasiswa.

Beasiswa tersebut mencakup Beasiswa Santri Unggul, beasiswa Ma’had Aly, beasiswa STEM, hingga kerja sama pendidikan luar negeri dengan sejumlah kampus internasional seperti Al-Azhar University, King’s College London, dan Western Sydney University.

Khofifah juga menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Pada 2025, Jawa Timur tercatat sebagai produsen padi dan beras tertinggi nasional.

Produksi padi Jawa Timur mencapai 10,43 juta ton, naik dibanding tahun sebelumnya sebesar 9,23 juta ton. Sementara produksi beras mencapai 6,03 juta ton atau meningkat 12,6 persen dibanding 2024.

Baca Juga:  Sekolah di Surabaya Mulai 23 Februari Selama Ramadan

Tak hanya itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kanwil Bulog Jawa Timur juga menjadi yang tertinggi nasional dengan jumlah mencapai 822.854 ton.

Di sektor peternakan, Jawa Timur juga menjadi produsen daging sapi dan telur ayam terbesar nasional serta penyumbang utama produksi susu sapi nasional.

“Banyak negara mengalami krisis pangan. Alhamdulillah Indonesia tetap kuat dan Jawa Timur menjadi bagian penting menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Khofifah.

Ace Hasan menilai capaian tersebut memperlihatkan peran strategis Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan nasional, khususnya di tengah ancaman krisis pangan global.

“Ketahanan pangan yang dibangun Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional dan mendukung Indonesia Emas 2045,” ujarnya.(cit)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB