Surabaya Tetapkan APBD 2026 Rp12,7 Triliun, Eri Fokus Genjot PAD

- Publisher

Rabu, 12 November 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Wali Kota Eri Cahyadi-Istimewa/BS

i

(Foto: Wali Kota Eri Cahyadi-Istimewa/BS

Bicarasurabaya.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp12,7 triliun. Dari total tersebut, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp10,89 triliun, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan sebesar Rp8,19 triliun. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp12,73 triliun.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penetapan APBD ini menjadi dasar percepatan pembangunan kota pada tahun mendatang. “Kita segera melaksanakan pembangunan tahun depan. Proses lelang dan persiapan sudah bisa dimulai, sehingga Januari proyek bisa langsung berjalan,” ujar Eri dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp 28.000, Kini Rp 2,94 Juta per Gram

Eri menjelaskan, Pemkot akan mendorong peningkatan PAD melalui optimalisasi aset daerah dan penambahan titik reklame di berbagai lokasi strategis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap tahun PAD kita sekitar Rp8 triliun. Tahun depan, kita akan lebih banyak mengoptimalkan aset agar tidak mangkrak dan bisa disewakan,” kata Eri.

Selain itu, Pemkot juga menyiapkan strategi untuk meningkatkan pendapatan dari sektor reklame.

“Kita akan menambah titik reklame, termasuk neon box di ruas jalan utama. Lampunya terang, tapi listrik dibayar pihak swasta, sementara kota mendapat pendapatan,” jelasnya.

Baca Juga:  Hidupkan Hitech Mall, Pemkot Surabaya Mulai Relokasi Stand Pedagang

Langkah-langkah inovatif tersebut, lanjut Eri, dilakukan untuk menutupi defisit akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

“Dengan pemotongan TKD sekitar Rp730 miliar dan pajak opsen sekitar Rp600 miliar, kita kehilangan sekitar Rp1,3 triliun. Karena itu, kita harus berinovasi,” tegasnya.

Terkait penambahan titik reklame, Eri memastikan desain dan lokasinya akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah. “Kita buat titik baru yang eksklusif, dibedakan antara jalan utama dan bukan jalan utama,” pungkasnya. (BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB