Harga Kebutuhan Pokok Naik, Warga Benowo Serbu GPM Surabaya

- Publisher

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Murah yang digelar Pemkot Surabaya diserbu warga Benowo. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

i

Pasar Murah yang digelar Pemkot Surabaya diserbu warga Benowo. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, kegiatan berlangsung di Kantor Kelurahan Benowo, Rabu (4/3/2026), dan langsung diserbu warga.

Program yang digelar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya ini menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan harga selama Ramadan hingga Lebaran.

Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan GPM sengaja didekatkan ke permukiman agar akses warga terhadap bahan pokok lebih mudah.

“Ini langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi selama Ramadan,” ujarnya.

Merespons tingginya permintaan jelang Lebaran, DKPP menambah variasi dan stok komoditas. Jika sebelumnya hanya tersedia beras SPHP, kini beras premium juga disiapkan. Stok gula pasir, minyak goreng, telur ayam, hingga cabai turut ditambah.

Antiek mengakui sempat ada kendala pasokan minyak goreng dari pabrik, namun kondisi saat ini disebut sudah terkendali dan harga relatif stabil.

Baca Juga:  Emas Antam Tembus Rp 3.085.000 per Gram

Sekitar dua pekan jelang Lebaran, ia mengimbau warga tidak melakukan panic buying. Menurutnya, stok pangan Surabaya dalam kondisi aman.

“Kami harap masyarakat belanja sesuai kebutuhan. Stok aman dan harga terus kami kendalikan,” tegasnya.

Dalam GPM kali ini, DKPP menyiapkan 400 sak beras (SPHP dan premium), 1.200 liter Minyakita, 75 pack telur ayam, daging segar, serta komoditas pokok lainnya.

Kehadiran GPM dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Elianti, warga Kauman, mengaku selisih harga cukup signifikan dibanding pasar.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru, Tembus Rp 2,56 Juta per Gram

“Di pasar Minyakita sudah hampir Rp 18 ribu, di sini masih Rp 15 ribu. Sangat membantu,” ujarnya.

Dengan tren kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar, GPM menjadi salah satu instrumen Pemkot Surabaya menjaga stabilitas harga sekaligus meredam tekanan belanja rumah tangga menjelang hari raya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB