Di Tengah Sulitnya Cari Kerja, Lulusan PCU Justru Paling Cepat Terserap

- Publisher

Rabu, 5 November 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa wisudawan PCU merayakan momen akhir masa perkuliahan. (Foto: PCU-Ist/BS)

i

Beberapa wisudawan PCU merayakan momen akhir masa perkuliahan. (Foto: PCU-Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Di tengah meningkatnya kesulitan mencari pekerjaan bagi anak muda Indonesia, Petra Christian University (PCU) Surabaya justru mencatat prestasi membanggakan. Kampus ini dinobatkan sebagai perguruan tinggi swasta dengan lulusan paling cepat mendapat pekerjaan versi QS World University Rankings (WUR) 2026.

Penetapan ini menjadi angin segar di tengah laporan Bank Dunia dan Bank Indonesia yang menunjukkan tantangan serius di pasar kerja nasional. Dalam laporan World Bank East Asia and The Pacific Economic Update Oktober 2025 disebutkan, generasi muda Indonesia kini semakin sulit mendapatkan pekerjaan. Sementara survei Bank Indonesia Agustus 2025 mencatat indeks ketersediaan lapangan kerja hanya 93,2, di bawah ambang 100, yang menandakan masyarakat kesulitan mencari kerja.

Namun, hasil Tracer Study PCU terhadap lulusan 2024 menunjukkan hal sebaliknya. Sebanyak 85,81 persen lulusan sarjana (S1) telah bekerja atau berkarier kurang dari tiga bulan setelah wisuda. Angka ini mencakup mereka yang bekerja di perusahaan lokal, nasional, maupun internasional.

“Kami melakukan Tracer Study setiap tahun. Tahun ini, hasilnya menunjukkan lulusan PCU paling cepat terserap di dunia kerja,” ujar Sastra Budiharja Santoso, Manajer Petra Career Center (PCC) PCU dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (5/11/2025)

Pencapaian PCU diakui QS WUR melalui dua indikator utama: Employer Reputation (reputasi pemberi kerja) dan Employment Outcomes (hasil ketenagakerjaan).

Indikator pertama menilai bagaimana dunia industri memandang kualitas lulusan PCU, sementara indikator kedua mengukur kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan setelah lulus.

Baca Juga:  Jelang Final, Tavares Sebut Persib Favorit tapi Persebaya Tak Gentar

Menurut Sastra, keberhasilan ini tidak lepas dari pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa sejak di bangku kuliah.

“Perusahaan mencari kandidat unggul, adaptif, dan berintegritas. Karena itu, mahasiswa harus aktif mengembangkan diri, tidak hanya kuliah, tapi juga ikut pelatihan, organisasi, kompetisi, dan magang,” katanya.

PCU menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk Leadership Enhancement Program (LEAP) yang mengasah kemampuan kepemimpinan sekaligus memberi pengalaman praktik langsung bersama ratusan mitra industri.

Selain itu, PCU juga memiliki Flexible Curriculum, yang memungkinkan mahasiswa mengambil mata kuliah lintas program studi untuk memperluas kompetensi.

Melalui Petra Career Center, mahasiswa dibekali berbagai program pengembangan karier seperti industrial networking, webinar, workshop, dan career consultation yang tersedia secara daring maupun luring. Bahkan sejak semester pertama, mahasiswa sudah diarahkan untuk eksplorasi karier berbasis AI, agar lebih mengenal potensi diri dan dunia kerja masa depan.

Baca Juga:  Dua Mobil Terperosok ke Sungai di Sukolilo Surabaya, Tak Ada Korban Jiwa

“Kami bantu mahasiswa mengenal minat karier sejak awal melalui tes dan konsultasi, sehingga mereka tahu arah pengembangan diri dan pilihan karier yang ingin ditekuni,” jelas Sastra.

Pendekatan holistik ini juga bertujuan menyiapkan lulusan yang tak hanya cepat bekerja, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing global.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya cepat dapat kerja, tapi juga menjadi socioleaders—pemimpin sosial yang berjejaring dan berkontribusi lintas bidang,” tutur Sastra.

Dengan strategi pendidikan yang relevan dan dukungan karier yang kuat, PCU membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu menjadi jembatan nyata antara dunia akademik dan dunia kerja.(BS/za)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB