Polisi Tangkap Tersangka Baru Kasus Kerusuhan di DPRD Madiun, Total Jadi 10 Orang

- Publisher

Jumat, 26 September 2025 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa saat melakukan perusakan saat demo ricuh di gedung DPRD Madiun. (Foto: Istimewa/bs)

i

Massa saat melakukan perusakan saat demo ricuh di gedung DPRD Madiun. (Foto: Istimewa/bs)

Bicarasurabaya.com – Jumlah tersangka kasus perusakan dan penjarahan Kantor DPRD Kota Madiun pada akhir Agustus 2025 terus bertambah. Polres Madiun Kota kembali menetapkan satu tersangka baru berinisial WR, yang diduga berperan sebagai provokator melalui media sosial. Dengan penangkapan ini, total tersangka kini menjadi 10 orang.

Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi menyatakan WR tidak hanya aktif menyebarkan provokasi di media sosial, tetapi juga diketahui sebagai salah satu admin grup WhatsApp yang digunakan massa untuk berkoordinasi sebelum aksi unjuk rasa digelar. Polisi kini tengah mendalami lebih jauh peran para admin dan anggota grup tersebut.

Baca Juga:  Perawat PPPK Tertangkap Selundupkan 240 Pil Koplo ke Lapas Lumajang

“WR berperan memprovokasi lewat media sosial. Kami juga masih menyelidiki dugaan keterlibatan admin grup WhatsApp yang digunakan untuk koordinasi sebelum aksi,” ujar Wiwin, Kamis (25/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, sembilan tersangka lain yang lebih dulu ditangkap sudah dilimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan Negeri Kota Madiun. Jika dinyatakan lengkap, kasus mereka akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Madiun.

Wiwin memastikan penyelidikan masih berlanjut. Polisi membuka kemungkinan jumlah tersangka akan kembali bertambah, mengingat indikasi adanya pihak lain yang menggerakkan massa. “Pasti ada tambahan tersangka. Penyidik masih mendalami keterlibatan pelaku lain,” kata Wiwin.

Baca Juga:  Cuaca Jatim Hari Ini Mayoritas Berawan, Warga Diimbau Tetap Waspada

Meski begitu, Kapolres belum bisa memastikan apakah kerusuhan tersebut terencana dan terstruktur. Ia hanya menegaskan penyidik masih bekerja di lapangan untuk mengungkap dugaan adanya aktor intelektual di balik aksi anarkis tersebut.

Kerusuhan di depan Kantor DPRD Kota Madiun pada akhir Agustus lalu berawal dari unjuk rasa yang berujung ricuh. Massa merusak fasilitas gedung dewan dan melakukan penjarahan sejumlah barang. Polisi menindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya menetapkan 10 orang tersangka, termasuk WR sebagai provokator daring.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB