NTP Jawa Timur Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025

- Publisher

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diagram NTP Jatim tertinggi sepanjang 2025. (Foto: Dok Humas Pemprov Jatim)

i

Diagram NTP Jatim tertinggi sepanjang 2025. (Foto: Dok Humas Pemprov Jatim)

Bicarasurabaya.com – Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur mencatat kinerja terbaik sepanjang 2025. Pada Desember 2025, NTP Jatim mencapai 118,96—tertinggi di Pulau Jawa sekaligus menjadi capaian tertinggi provinsi ini sepanjang tahun lalu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, NTP Jawa Timur juga naik 3,95 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi yang paling tinggi di antara provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan mencerminkan menguatnya daya beli serta kesejahteraan petani.

Baca Juga:  ITS Temukan Bakteri yang Mampu Bersihkan Tanah Tercemar Minyak

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut sebagai sinyal positif bagi sektor pertanian daerah. Menurutnya, peningkatan NTP menunjukkan pendapatan petani yang terus membaik di tengah dinamika ekonomi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini indikator bahwa kesejahteraan petani Jawa Timur terus meningkat dan daya beli mereka semakin kuat,” kata Khofifah di Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Khofifah menjelaskan, penguatan NTP tidak lepas dari berbagai intervensi Pemprov Jatim melalui Program Jatim Agro. Program ini diarahkan untuk menjaga stabilitas harga hasil pertanian, meningkatkan produktivitas, serta melindungi petani dari fluktuasi harga input produksi.

Baca Juga:  Polisi Gerebek Eks Dolly, 4 Diamankan Termasuk Satu Korban Anak

Upaya dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penguatan produksi di hulu, perbaikan tata niaga, hingga pengendalian inflasi pangan di daerah.

Selain itu, Pemprov Jatim juga mendorong peningkatan produktivitas melalui bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan kelembagaan petani, asuransi pertanian, serta pengembangan hilirisasi agro agar nilai tambah bisa langsung dirasakan petani.

Capaian NTP yang tinggi ini, lanjut Khofifah, sejalan dengan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sektor pertanian dinilai tetap menjadi penopang penting perekonomian daerah.

Baca Juga:  Trafo Rusak Terbakar, Sempat Bikin Warga Panik

Ke depan, Pemprov Jatim berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota serta para pemangku kepentingan untuk menjaga tren positif NTP. Targetnya, peningkatan kesejahteraan petani dapat berlangsung secara berkelanjutan.(BS/za)

Berita Terkait

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB