Bicarasurabaya.com – Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Jawa Timur, telah menyalurkan 2.392 ton beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Jumlah itu setara 11,1 persen dari total target 21.351 ton yang harus tersalur hingga Desember 2025.
“Distribusi berjalan cukup baik. Kami optimistis target tercapai karena penyaluran dilakukan secara masif dan melibatkan banyak pihak,” kata Harisun, Pemimpin Bulog Cabang Kediri dalam keterangannya yang diterima, Kamis (25/9/2025).
Bulog Kediri menggandeng pemerintah daerah, TNI, Polri, pedagang pasar tradisional, toko modern, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Saat ini, 12 koperasi sudah resmi bermitra untuk menjual beras SPHP, termasuk di Kabupaten dan Kota Kediri serta Nganjuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap koperasi mengambil rata-rata dua ton per penyaluran dan bisa kembali mengambil jika stok habis, dengan tetap memperhatikan kewajaran distribusi.
Bulog juga memanfaatkan momentum program Gerakan Pangan Murah (GPM) agar masyarakat lebih mudah mengakses bahan pokok.
Beras SPHP dijual Rp57.000 per kemasan 5 kilogram, lebih rendah dibanding harga medium di pasar Kediri yang mencapai Rp13.500 per kilogram. Kerja sama dengan toko modern juga dilakukan agar masyarakat kelas menengah atas bisa ikut mengakses beras subsidi ini, meski dibatasi maksimal dua bungkus per pembelian.
Dengan distribusi lintas saluran dan harga yang lebih terjangkau, Bulog Kediri berharap penyaluran beras SPHP dapat menahan laju kenaikan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat hingga akhir tahun.(BS/za)











