Program Bantingan Kecamatan Semampir Ampuh Tekan Kasus Stunting

- Publisher

Kamis, 2 Februari 2023 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Semampir, Kota Surabaya, M Yunus (dok. Bicara Surabaya)

i

Camat Semampir, Kota Surabaya, M Yunus (dok. Bicara Surabaya)


Bicarasurabaya.com – Camat di Kota Surabaya terus berinovasi untuk menekan kasus bayi stunting. Selain intervensi melalui APBD, pola gotong royong juga diterapkan untuk mencapai target Surabaya zero stunting dan zero new stunting pada tahun 2023.

Camat Semampir Kota Surabaya, M Yunus mengungkapkan, selain intervensi melalui APBD, penanganan stunting di wilayahnya juga menerapkan program bantingan. Program yang diinisiasinya sejak pertengahan bulan Oktober 2022 tersebut, terbukti dapat menurunkan kasus bayi stunting.

“Awal saya masuk Oktober 2022 (jadi Camat Semampir), itu ada 77 balita stunting. Alhamdulillah, sekarang tinggal 63 anak. Selain intervensi pemkot, kita juga menerapkan program bantingan untuk penanganan stunting,” kata M Yunus dalam keterangannya, Kamis (2/2/2023).

Yunus lantas menjelaskan program bantingan yang diinisiasinya tersebut. Program ini berupa urunan swadaya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kecamatan Semampir. Uang urunan yang terkumpul lantas dibelikan untuk menambah kebutuhan gizi balita stunting setiap bulan.

“Kita swadaya, seikhlasnya urunan untuk program bantingan ini. Kita (ASN) ini kan sudah berlebih, jadi kalau kita ingin berbagi apa salahnya. Kita juga tidak memaksa ASN untuk ikut (program bantingan), tapi atas dasar kemauan dan keikhlasan mereka sendiri,” tuturnya.

Baca Juga:  Tak Terima Dilaporkan ke Polda Jatim, Pemuda Suroboyo Siap Bela Bu Risma

Mantan Camat Sawahan Surabaya ini menambahkan, dari program bantingan tersebut, dalam sebulan bisa terkumpul sekitar Rp 4 juta. Lantas uang yang terkumpul ini kemudian dibelikan susu, makanan bergizi atau vitamin untuk kebutuhan balita stunting di wilayahnya.

“Satu bulan bisa terkumpul Rp4 juta, kan lumayan. Kita juga koordinasi dengan Puskesmas untuk menentukan apa saja kebutuhan masing-masing balita stunting. Karena setiap anak itu bisa beda kebutuhannya, misal jenis susu atau vitaminnya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Minta Grup Forkom RT/RW LPMK Tidak Digunakan Bahas Politik!

Sebagai diketahui, selama tiga tahun terakhir, prevalensi stunting di Kota Surabaya terus mengalami penurunan signifikan. Yakni, dari tahun 2020 terdapat 12.788 kasus stunting, turun menjadi 6.722 di tahun 2021.

Selanjutnya pada Desember 2022, kasus stunting kembali turun menjadi 923. Bahkan, pada Januari 2023, jumlah kasus stunting di Surabaya turun menjadi 889. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB