Peringati Hari Bumi, POTAS Bagikan Takjil Gunakan Kantong Ramah Lingkungan

- Publisher

Jumat, 22 April 2022 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota POTAS saat membagikan takjil/bicarasurabaya.com

i

Anggota POTAS saat membagikan takjil/bicarasurabaya.com


Bicarasurabaya.com – Memperingati Hari Bumi (Earth Day) yang jatuh pada 22 April 2022, Pokja Wartawan Taman Surya Surabaya (POTAS) melakukan sosialisasi Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, Jumat (22/4/2022) sore.

Sosialisasi yang berlangsung di depan Taman Surya Balai Kota Surabaya tersebut, dikemas melalui berbagi 300 paket takjil gratis buka puasa dengan menggunakan kantong ramah lingkungan.

Ketua Pokja Wartawan Taman Surya Surabaya (POTAS), Robby Julianto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara POTAS dengan Komunitas Nol Sampah. Selain itu pula didukung oleh Pemkot Surabaya dan Ecoton.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita berbagi takjil 300an paket, tas kain dan isinya itu adalah diet untuk tidak memakai tas kresek di Surabaya. Kegiatan ini dilakukan bertepatan juga dengan Peringatan Hari Bumi,” kata Robby ditemui seusai kegiatan.

Robby menyebut, selain memperingati Hari Bumi, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan terhadap Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya yang telah diterbitkan pada 9 Maret 2022. “Nah, ini di Surabaya sendiri sudah mulai diterapkan Perwali tentang pembatasan tas kresek,” ujarnya.

Baca Juga:  POTAS Award 2022 Jadi Ajang Apresiasi dan Kritik Kinerja Pejabat Pemkot Surabaya

Di tempat yang sama, Koordinator Komunitas Nol Sampah, Wawan Some menilai, bahwa kegiatan yang diinisiasi POTAS tersebut sangatlah menarik. Sebab, kegiatan ini juga bertepatan dengan Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April 2022.

“Jadi ini kegiatan yang menarik bertepatan dengan hari bumi. Sepele sebenarnya kalau kresek itu, padahal kalau bikin satu ton kresek itu butuh 12 barel minyak. Terus ketika dia sudah jadi kresek, itu pemakaian kita paling 5 menit, habis itu kita buang. Kalau sudah dibuang butuh 100 tahun untuk bisa terurai,” kata Wawan.

Menurut dia, sampah plastik sendiri dampaknya bisa ke mana-mana. Tak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan tapi juga manusia dan hewan. Salah satu contoh dampaknya yang pernah terjadi di Surabaya pada 2012 silam.

“Salah satunya misal kita ingat di Surabaya, kliwon. Kliwon itu jerapah yang di KBS (Kebun Binatang Surabaya) tahun 2012 mati, ketika dibedah lambungnya ada 20 kilogram kantong plastik bercampur kotoran dalam lambung,” ungkap Wawan.

Bahkan, Wawan mengaku, ribuan mangrove yang sebelumnya ditanam Komunitas Nol Sampah di Pantai Timur Surabaya mati. Itu disebabkan karena limbah kresek yang dibuang sembarangan. Makanya, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya dampak penggunaan kresek itu sangatlah luar biasa. “Jadi kami mengingatkan memang dampak kresek luar biasa,” tegas dia.

Baca Juga:  Hari Bumi, Surabaya Ajak Perempuan Kurangi Sampah Pembalut

Hal yang sama juga dikatakan salah satu aktivis Ecoton, Aeshnina Azzahra Aqilani. Perempuan yang akrab disapa Nina itu menjelaskan, bahwa plastik membutuhkan waktu yang sangat lama agar bisa terurai secara alami. Plastik ini akan lapuk dan pecah menjadi serpihan serpihan kecil yang disebut mikro plastik.

“Karena itu terbuat dari minyak bumi dan ditambahkan bahan kimia adiktif berbahaya. Makanya sangat membahayakan kesehatan kita, bisa menambah jumlah kematian dan mikro plastik ini bentuknya sangat kecil. Sehingga sangat mudah masuk ke tubuh kita, entah lewat kacamata, HP atau masker kita,” kata Nina.

Di sisi lain, Nina menyebut, bahayanya mikroplastik ini akan menyerap atau mengikat polutan-polutan di sekitar. Mulai dari pestisida hingga logam berat itu semua menempel dengan mikro plastik yang kemudian bisa dihirup dan berdampak pada kesehatan manusia. Oleh sebabnya, ia mendukung penuh kegiatan yang dilakukan POTAS bersama dengan Komunitas Nol Sampah.

Baca Juga:  Heboh! Semarakkan HUT ke-77 RI, POTAS Surabaya Gelar Lomba Makan Kerupuk hingga Tenis Meja

“Terutama di Hari Bumi dan Bulan Suci Ramadan ini kita sama-sama menyelamatkan bumi kita dengan cara mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menambahkan, Perwali Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya telah diimplementasikan sejak 9 April 2022. Bahkan sebelumnya, Perwali ini telah disosialisasikan ke pasar modern, swalayan, restoran hingga hotel.

“Kantong plastik menjadi amanah UU Lingkungan Hidup Nomor 18, ada turunannya sampai keputusan menteri dan Perda. Nah, di Perda ini diatur dengan Perwali. Akhirnya ada Perwali Surabaya Nomor 16 tahun 2022,” kata Hebi.

Oleh karenanya, Hebi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan POTAS bersama dengan Komunitas Nol Sampah. Pemkot pun mengucapkan terima kasih, karena wartawan di Surabaya juga turut peduli terhadap lingkungan dan mendukung kebijakan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

“Saya berharap kebijakan ini bisa mengurangi sampah plastik di Kota Surabaya. Sehingga, tidak terjadi pencemaran lingkungan oleh sampah plastik sekali pakai,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB