BicaraSurabaya.com – Warga di 31 kecamatan Kota Surabaya, serentak menggelar kerja bakti serentak di masing-masing lingkungannya, Minggu (30/1/2022).
Kerja bakti massal ini merupakan ide gagasan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang bertujuan untuk mencegah genangan dan memberantas nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).
Tak sekadar mengajak warga mengikuti kerja bakti serentak. Namun, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga nampak mengikuti kerja bakti bersama warga Kelurahan Pegirian dan Semampir, Kecamatan Semampir Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tadi sempat menerima keluhan warga. Alhamdulillah setelah itu kita kumpul bareng untuk menyelesaikan apa sih masalah yang ada di kampung ini,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Minggu (30/1/2022).
Di sela waktu istirahat, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini juga menerima keluhan warga. Salah satu keluhan yang diterimanya itu mengenai permasalahan genangan air.
“Keluhannya ya tadi itu terkait saluran, terkait sungai. Jadi Insya Allah kita selesaikan bareng-bareng, karena saya ingin menyelesaikan perkampungan itu ya dengan RT/RW kayak tadi ini (kerja bakti). Kalau kebersamaan itu dilakukan, Insya Allah selesai permasalahan,” kata dia.
Salah satu warga yang menyampaika keluhannya ke Wali Kota Eri Cahyadi adalah Mulyono, Wakil Ketua RW 5, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir. Menurut dia, penyebab utama genangan di wilayahnya itu adalah belum adanya perbaikan gorong-gorong.
“Ini kan wilayahnya luas, ada Sidotopo Sekolahan Gang I, Gang II dan Gang III. Untuk di Gang II itu gorong-gorongnya belum diperbaiki dari dulu, sudah diajukan ke Cipta Karya tapi gagal, karena waktu itu terjadi pandemi pertama,” kata Mulyono.
Mulyono berpendapat, penyebab genangan susah surut di wilayahnya itu karena ada beberapa oknum warga yang susah dinasihati soal larangan membuang sampah di sungai. Di samping itu, penyempitan saluran karena adanya pembangunan rumah di atas lahan fasilitas umum (fasum) juga menjadi penyebab genangan.
“Inginnya kita itu jangan sampai air itu numpuk di atas fasum. Jadinya kan menyempit, kemudian tergenang gitu kan merugikan warga lainnya,” ungkap Mulyono.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan, dalam kerja bakti massal ini Pemkot Surabaya menggerakkan 34 unit dump truk dan menyiapkan 2000 karung sampah di setiap kecamatan. Sedangkan sampah hasil dari kerja bakti kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir.
“Kami harap masyarakat bisa sadar akan lingkungannya, karena saat ini masih musim penghujan dan rawan terjadi genangan. Bahkan, genangan itu bisa menyebabkan penyakit, seperti halnya DBD yang terjadi akhir-akhir ini,” tandasnya. (BS02)











