Bicarasurabaya.com – Meski pandemi Covid-19, ternyata animo belanja masyarakat Jatim masih sangat tinggi. Terbukti, pada saat Pameran Batik, Bordir dan Aksesoris Fair ke -16 Tahun 2021 yang digelar di Grand City transaksinya sampai tembus Rp 2,05 miliar.
Direktur Utama PT Debindo Mitra Tama Dadang M Kushendarman menjelaskan Pameran Batik, Bordir dan Aksesoris Fair ke -16 Tahun 2021 secara resmi dibuka Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Grand City, Surabaya, Rabu (24/3) lalu.
Pameran yang digelar bersamaan dengan tasyakuran HUT Dekranasda ke-41Tahun itu, diikuti 104 stan pameran batik, bordir dan aksesoris dari 38 Dekranasda kab/kota se Jatim. Mereka terbagi dalam 88 unit both (stand). Selain itu ada pula peserta dari Solo, Pekalongan, Banten dan Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dadang –panggilan akrab Dadang M Kushendarman, pameran itu digelar mulai 24 Maret dan berakhir 28 Maret 2021. Ia memastikan, guna memacu transaksi selama lima hari pameran, Debindo juga mendatangkan buyer (pembeli) dari luar Jatim.
‘’Tidak hanya Jatim saja. Tetapi, buyer dari luar Jatim juga kami undang. Diantaranya dari Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan,’’ ujarnya.
Ia menjelaskan, selama pameran berlangsung, jumlah pengunjung memang mengalami penurunan dibanding pameran serupa tahun 2020 lalu. Tetapi, penurunan tidak terlalu drastis. Jika tahun 2020 jumlah pengunjung pameran mencapai 20 ribu orang, tahun 2021 ini, masih menembus angka 15 ribu orang.
‘’Kalau transaksinya memang turun agak tajam. Tahun 2020 lalu, transaksinya bisa tembu s Rp 6 miliar. Selain karena belum ada pandemi Cobid-19, waktu itu, peserta jauh lebih banyak dibanding sekarang,’’ imbuhnya.
Dadang menambahkan, selama pameran berlangsung telah dilangsungkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. ‘’Ada 24 even panggung selama pameran, dan alhamdulillah lancar semuanya,’’ pungkasnya. (BS01)











