Robot Hybrid Karya Dosen ITS Siap Bantu Dokter Melakukan Proses Operasi Tulang

- Publisher

Sabtu, 6 Februari 2021 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr Latifah Nurahmi saat mendapatkan penghargaan dari L'Oreal UNESCO for Women in Science 2020 pada akhir November lalu /Ist

i

Dr Latifah Nurahmi saat mendapatkan penghargaan dari L'Oreal UNESCO for Women in Science 2020 pada akhir November lalu /Ist


Bicarasurabaya.com – Lagi-lagi sebuah inovasi hadir dari tangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kali ini inovasi dibuat oleh Dr Latifah Nurahmi, dosen dari Departemen Teknik Mesin.

Inovasi yang dihasilkan tersebut adalah berupa robot hybrid yang berguna di bidang medis untuk melakukan proses operasi tulang.

Latifah mengatakan, bahwa inovasi buatannya ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang sebelumnya dilakukan pada tahun 2016. Pada tahun tersebut ia mengembangkan robot rehabilitasi tumit kaki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun, untuk dasar penelitiannya sendiri sudah saya lakukan sejak tahun 2015,” kata Latifah dalam pers rilis yang diterima Bicara Surabaya, Kamis (4/2/2021).

Menurut dia, robot sebagai alat bantu operasi sebenarnya sudah ada sejak tahun 90-an. Robot ini biasa disebut dengan robot paralel. Robot paralel adalah robot yang mampu menangani beberapa instruksi dalam waktu bersamaan. “Tapi ternyata robot paralel ini masih punya beberapa kekurangan dalam penggunaannya di bidang medis,” ujarnya.

Baca Juga:  Dimas, Wisudawan Termuda ITS di Usia 19 Tahun

Ia menyebutkan, kekurangan yang dimiliki oleh robot paralel ini adalah ruang geraknya yang terbatas. Selain itu, penggunaan robot paralel biasanya hanya sekali pakai. Hal tersebut membuat robot harus dibongkar saat usai melakukan operasi dan dipasang kembali saat akan melakukan operasi.

“Dengan begitu akan lebih merepotkan dokter saat akan dan usai menggunakannya,” imbuhnya.

Dosen kelahiran Solo ini memaparkan, untuk mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh robot parallel, maka ia membuat sebuah robot hybrid. Yakni merupakan gabungan dari dua robot paralel. Robot ini memiliki kelebihan pada ruang geraknya yang lebih luas dibanding dengan robot paralel.

Baca Juga:  Mahasiswa ITS Rancang Pengolahan Limbah Domestik tanpa Emisi

Latifah menyebut, bahwa pada proses pembuatannya robot ini dilakukan pencetakan tiga dimensi terlebih dahulu. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengembangan menjadi sebuah prototype yang dilengkapi dengan piranti-piranti elektronis. “Dari segi desain robot hybrid lebih kompleks dibanding dengan robot paralel,” tuturnya.

Dosen berambut panjang ini menyatakan, dalam pengembangan robot hybrid ia bekerja sama dengan Jurusan Teknik Mesin dari National Central University (NCU), Taiwan. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan baik antara Departemen Teknik Mesin ITS dengan NCU yang sudah terjalin. Selain itu, ternyata mereka juga mengembangkan robot yang strukturnya sama.

“Berdasarkan hal tersebut, kami memutuskan untuk menjalankan kerja sama dalam pengembangan robot ini,” katanya.

Baca Juga:  ITS Berlakukan Lockdown, Pak Rektor Dikabarkan Terpapar Covid-19

Saat melakukan proses operasi, dokter dapat menggunakan robot hybrid dalam membantu proses pembedahan yang membutuhkan akurasi tinggi. Tidak hanya itu, robot ini juga dapat mengurangi kontak langsung dari dokter dengan pasien.

Adanya robot ini tidak bermaksud untuk menggantikan peran dokter dalam melakukan operasi. Akan tetapi tingkat akurasi tinggi dalam proses operasi inilah yang memerlukan bantuan robot.

Latifah berharap melalui inovasinya ini, ia dapat memperkenalkan teknologi robot di bidang kesehatan. Tidak hanya itu, ia juga berharap agar robot buatannya ini bisa segera digunakan beberapa rumah sakit di Indonesia.

“Melalui penghargaan ini saya juga ingin mengajak para perempuan muda agar tidak takut untuk berperan dan terlibat di dunia science dan teknologi,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB