Bicarasurabaya.com – Berkat bantuan Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, aset Brandgang di Jalan Basuki Rahmat (Basra) Akhirnya diserahkan kembali ke Pemkot Surabaya, Senin (11/1/2021).
Sebelumnya, aset dengan luas sekitar 400 meter persegi dan panjang 200 meter ini, dimanfaatkan oleh pihak ketiga sejak tahun 1998.
Kepala Kejari Surabaya, Anton Delianto menyampaikan, aset brandgang berupa saluran air di Jalan Basra ini memiliki luas sekitar 400 meter persegi, lebar 4,2 meter dan kedalaman 1,3 meter tersebut. Aset ini sebelumnya dimanfaatkan oleh pihak ketiga atau PT. Istana Mobil Surabaya Indah.
“Pada hari ini Senin (11/1/2021), kami dari Kejari Surabaya menyerahkan aset pemerintah kota yaitu berupa brandgang saluran air yang tadinya dimanfaatkan oleh pihak ketiga dengan adanya SHGB,” kata Anton di Kantor Kejari Surabaya, Senin (11/1/2021) kemarin.
Dalam acara serah terima yang berlangsung kemarin, pihak Kejari juga mengundang perwakilan dari PT. Istana Mobil Surabaya Indah, serta BPN 2 Surabaya. Setelah kembali menjadi milik Pemkot Surabaya, nantinya brandgang ini akan ditindaklanjuti dengan pembuatan sertifikat.
“Makanya kami juga undang dari perwakilan BPN 2 Surabaya. Proses penyerahan (brandgang) dilakukan secara sukarela,” ungkap dia.
Anton menyatakan, akan terus berupaya menyelamatkan aset-aset milik Pemkot Surabaya yang saat ini masih dikuasai pihak ketiga. Salah satu di antaranya yang masih proses adalah aset berupa brandgang di Taman Apsari Surabaya.
“Di Taman Apsari masih proses pengembalian, berupa brandgang saluran dan masih dikuasai perusahaan lain,” imbuhnya.
Di waktu yang sama, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyatakan hal yang sama. Pemkot bakal terus berupaya menyelamatkan aset-aset yang saat ini masih dikuasai pihak lain. Terutama, aset seperti fasilitas umum (fasum) maupun saluran yang berfungsi sebagai sistem drainase.
“Kita harapkan dengan proses seperti ini semua aset Pemkot Surabaya bisa kembali lagi agar kita bisa kelola lebih baik lagi. Apalagi aset di tengah kota itu sangat penting, karena itu juga bagian dari sistem drainase kita,” papar dia. (BS02)









