Tidak Suka Sayur? Veggie Cookies Buatan Mahasiswa UK Petra Bisa Jadi Solusi

- Publisher

Rabu, 9 Desember 2020 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

William Go saat menikmati Veggie Cookies /Ist

i

William Go saat menikmati Veggie Cookies /Ist


Bicarasurabaya.com – Tidak perlu khawatir apabila anak atau keponakan anda tidak menyukai sayuran. Sebab, mahasiswa UK Petra Surabaya telah berhasil membuat cookies sehat berbahan dasar sayuran dan berbentuk sayuran untuk anak-anak.

Kelima mahasiswa UK Petra yang telah membuat cookies sehat ini tergabung dalam tim Veggie. Mereka terdiri dari Nathalia Suprianto (prodi Finance and Investment), Tamarinda Victora Hassita (prodi Finance and Investment), Dea Devina Theja (prodi Business Accounting), Febe Florencia (prodi Finance and Investment) dan Roselin Patricia (prodi Finance and Investment).

Veggie cookies adalah kue kering yang dibuat menggunakan sayuran seperti sawi, labu kuning, dan brokoli sebagai bahan dasar utama yang dibuat dengan bentuk yang menarik dan mudah dikenali oleh anak-anak seperti bentuk sayuran itu sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim veggie mempresentasikan secara daring saat lomba model bisnis dari veggie cookies adalah usaha mikro (kecil) bidang home industry makanan. Bisnis ini tidak perlu membutuhkan lahan yang besar, cukup dengan ukuran kurang lebih 5 meter persegi saja.

Baca Juga:  Mahasiswa ITS Gagas Eduly, Platform Donasi Kebutuhan Sekolah

“Bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan aspek hidup sehat masyarakat Kota Surabaya dengan memproduksi kue sehat yang terbuat dari sayur-sayuran dan juga selain itu mampu membuka lapangan pekerjaan baru,” kata Febe sapaan lekat Febe Florencia dalam keterangan tertulis, Rabu (9/12/2020).

Bisnis ini bekerja sama dan memberdayakan UMKM dan ibu-ibu PKK dengan sistem kontrak perjanjian di awal. Produsen veggie cookies akan memberikan modal awal (pupuk dan bibit) dan pelatihan kepada ibu-ibu PKK mengenai urban farming.

Menurut dia, urban farming menjadi salah satu solusi bercocok tanam yang dapat dilakukan di tengah keterbatasan lahan di Jawa Timur khususnya Surabaya.

Rencananya, bibit seperti sawi, brokoli, dan labu kuning akan ditanam oleh ibu-ibu PKK dan ketika panen dapat disetorkan ke pihak produsen veggie cookies untuk diolah menjadi kue kering.

Baca Juga:  I-BOT, Serangga Asisten Pencari Korban Bencana Inovasi Mahasiswa ITS

Nantinya keuntungan yang akan diterima oleh ibu-ibu PKK tersebut adalah berupa pembagian hasil penjualan cookies yang terjual dengan proporsi 30 persen untuk ibu-ibu PKK dan sisanya masuk ke kas operasional veggie cookies.

“Awalnya ide ini muncul karena dua hal yaitu saat kami melihat banyak anak-anak susah makan sayuran, terutama pada masa pandemi COVID-19. Kemudian ditambah banyak orang tetap berada di rumah sehingga ini bisa menjadi usaha tambahan. Menjadikan peluang untuk berbisnis makanan,” ujar Dea Devina Theja.

Produk veggie cookies seharga Rp 40 ribu dengan kemasan 180 gram. Nantinya, bakal dijual secara online di Shopee atau Instagram menggunakan sistem pre-order. Selain itu juga dapat dititipkan di swalayan atau toko kue. Uniknya, veggie cookies memiliki tiga varian, yaitu labu keju, sawi coklat, brokoli keju.

Baca Juga:  Mahasiswa ITS Desain Jembatan Penghubung di Ibu Kota Baru

Siapa sangka, karya ini berhasil membuat tim Veggie menjadi juara 3 kategori ide bisnis dalam Lomba Nasional Kreativitas Mahasiswa LO KREATIF 2020 yang digelar oleh APTISI Wilayah VII Jawa Timur.

Salah seorang anggota Tim Veggie, Roselin Patricia mengaku sangat senang dapat mengikuti lomba nasional yang diadakan APTISI Wilayah VII Jatim. Roselin menilai bahwa kompetisi ini sebagai ruang kreasi bagi mahasiswa untuk belajar serta unjuk kreativitas.

“Kami tidak menyangka akan menang apalagi lawan-lawan kami sangat bagus. Saat diumumkan tanggal 18 November 2020 lalu, kami bersyukur punya kesempatan menjajal kemampuan kami. Dari 262 tim mahasiswa seluruh Indonesia yang mendaftar, hanya 53 tim saja yang lolos tahap final dan kami salah satunya,” kata Roselin.

Tak sia-sia usaha mereka, ide bisnis Tim Veggie berhasil membawa pulang uang senilai Rp 1,5 juta ditambah medali dan E-sertifikat. (BS02)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB