Menemukan Adanya Money Politic? Jangan Takut, Laporkan!

- Publisher

Minggu, 6 Desember 2020 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bawaslu Surabaya /Ist

i

Kantor Bawaslu Surabaya /Ist


Bicarasurabaya.com – Bawaslu Kota Surabaya mendorong masyarakat agar berani melaporkan apabila menemukan adanya money politic dalam Pilkada Surabaya.

Masyarakat dapat melaporkan temuannya itu melalui Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) di tiap kecamatan atau ke kantor Bawaslu di Jalan Raya Tenggilis Mejoyo Surabaya.

“Ke kecamatan bisa, ke kantor (Bawaslu, red) juga bisa. Lewat email, lewat Instagram (@bawaslukotasurabaya) juga bisa,” kata Ketua Bawaslu Surabaya, Muhammad Agil Akbar saat dikonfirmasi, Minggu (6/12/2020).

Meski saat ini belum ada laporan yang bersifat pure money politic, namun ia mengaku sempat menemukan beberapa insiden. Seperti ada selipan bahan kampanye di C pemberitahuan.

“Kita klarifikasi dan konfirmasi KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Ternyata itu pemilih sendiri yang agak resek. Panwascam sama Kapolseknya persuasif,” ungkap dia.

Selain melakukan pengawasan money politic, Bawaslu juga mencegah terjadinya isu SARA, hoax serta black campaign. Selama ini, isu-isu tersebut menjadi salah satu yang utama saat memasuki Pilkada.

Baca Juga:  Hasil Survei: Progress Elektabilitas Eri-Armuji Naik Pesat, Peluang Menangnya Lebih Besar

“Yang pasti isu sara hoax, black campaign, ini kan menjadi salah satu isu utama. Kemudian netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara),” kata Agil.

Menurut dia, isu netralitas ASN sangat kencang muncul di kota-kota besar seperti Surabaya. Sebab, beberapa fenomena ini seolah-olah ada perspektif keberpihakan ASN dalam proses pemilihan kepala daerah.

“Kita patut awasi, karena memang ASN tetap punya hak pilih, tapi tidak boleh memberitahukan dia memilih siapa. Tidak boleh mengajak memilih siapa, kalau dia memilih silakan. Artinya, itu yang perlu ditegaskan kembali,” tegas dia. (BS02)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB