Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi geram menerima laporan dugaan pelanggaran parkir di kawasan Ampel dan Pasar Blauran. Tak hanya menyoroti juru parkir (jukir), Eri juga mempertanyakan kinerja petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang tetap berada di lokasi ketika dugaan pelanggaran terjadi.
Aduan warga itu mencakup penarikan tarif parkir Rp 5.000 dan penggunaan lahan parkir yang diduga tidak sesuai ketentuan. Eri bahkan memutar video kiriman warga saat mengevaluasi jajaran Dishub di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2026).
“Kalau ada jukir liar, bukan berarti anak-anak Dishub diam saja. Saya tidak mau kejadian ini terulang lagi. Saya beri kewenangan untuk bertindak tegas,” kata Eri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Eri meminta pimpinan Dishub mengevaluasi pengawasan di lapangan. Ia menegaskan petugas tidak boleh sekadar berada di lokasi, tetapi harus bertindak ketika menemukan pelanggaran.
Evaluasi juga diminta menyasar personel yang dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik. Eri membuka kemungkinan pergantian petugas apabila mereka tidak mampu melaksanakan tanggung jawabnya.
Eri Minta Jukir Bermasalah Diganti
Selain menyoroti kinerja petugas Dishub, Eri meminta jukir yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan diganti. Ia juga mendorong agar warga Surabaya diberi kesempatan mengisi pekerjaan tersebut.
“Ganti juru parkirnya kalau memang tidak bisa bekerja dengan benar. Pilih sendiri warga Surabaya. Warga Surabaya juga membutuhkan pekerjaan,” ujarnya.
Menurut Eri, pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelanggaran parkir tidak terus berulang. Dishub diminta memastikan penggunaan lahan parkir sesuai ketentuan dan menindak praktik yang merugikan masyarakat.
Di sisi lain, Eri mengapresiasi warga yang melaporkan dugaan pelanggaran melalui video. Ia menilai partisipasi masyarakat dapat membantu pemerintah mengawasi pelayanan publik dan menjaga ketertiban kota.
“Saya berterima kasih kepada warga yang mengirimkan video. Semakin kita bersama-sama menjaga Surabaya, kota ini bisa semakin tertib dan aman,” pungkasnya. (BS/za)











