Sampah Jatim 6,5 Juta Ton per Tahun, 5 Daerah Jadi Percontohan Ekonomi Sirkular

- Publisher

Rabu, 16 September 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emil Dardak Dorong 5 Daerah Jatim Jadi Percontohan Ekonomi Sirkular. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

i

Emil Dardak Dorong 5 Daerah Jatim Jadi Percontohan Ekonomi Sirkular. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicarasurabaya.com – Timbulan sampah di Jawa Timur mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun. Namun, baru sekitar 25% yang disebut terkelola secara optimal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan lima kabupaten/kota di Jatim ditetapkan sebagai daerah percontohan proyek InCircular: Promoting a Circular Economy in Indonesia. Kelima daerah itu yakni Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Sidoarjo.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan proyek tersebut menjadi peluang untuk mendorong pengelolaan sumber daya yang lebih efisien sekaligus mengurangi sampah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui ekonomi sirkular, kita mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien, mengurangi timbulan sampah sejak dari sumber, serta memperkuat pemanfaatan kembali dan daur ulang,” kata Emil saat peluncuran daerah percontohan InCircular di Hotel DoubleTree by Hilton Surabaya, Selasa (15/9/2026) malam.

Baca Juga:  KBS Pastikan Perawatan Satwa Tetap Normal di Tengah Penyelidikan Hukum

Menurut Emil, persoalan sampah di Jatim tidak hanya terkait keterbatasan infrastruktur. Kapasitas kelembagaan, konsistensi pemilahan dari sumber, pembiayaan, serta keterlibatan masyarakat dan dunia usaha juga menjadi tantangan.

Karena itu, lima daerah percontohan diminta menyusun dan menunjukkan model pengelolaan sesuai kondisi masing-masing. Emil menilai setiap daerah memiliki potensi sekaligus persoalan yang berbeda sehingga pendekatannya tidak bisa diseragamkan.

“Kelima daerah diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengembangan model implementasi ekonomi sirkular yang konkret, terukur, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah,” ujarnya.

Capaian dan kendala pengelolaan sampah dari masing-masing daerah juga dipaparkan dalam peluncuran tersebut. Kerangka yang dihasilkan nantinya akan dibawa kepada Kementerian PPN/Bappenas dan GIZ Indonesia-ASEAN untuk dikembangkan lebih lanjut.

Baca Juga:  Mudik Gratis Kapal Laut Jangkar-Raas dan Sapudi Resmi Diberangkatkan

Emil berharap praktik yang berhasil diterapkan di lima daerah tersebut dapat direplikasi di kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Dengan begitu, proyek percontohan tidak berhenti pada lima wilayah, tetapi menghasilkan model yang bisa diterapkan lebih luas.

Proyek InCircular merupakan kerja sama teknis Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Federal Jerman melalui Kementerian PPN/Bappenas yang diimplementasikan bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia & ASEAN.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Teguh Sambodo mengatakan pengembangan ekonomi sirkular membutuhkan penerjemahan kebijakan nasional ke tingkat daerah.

“Pemerintah daerah berperan penting menerjemahkan arah pembangunan nasional ke dalam kebijakan, sistem, layanan dan inovasi yang sesuai dengan daerah,” kata Leonardo.

Baca Juga:  Parkir Digital Diperluas, Seluruh Parkir Tepi Jalan Surabaya Jadi Non-Tunai

Sementara itu, Director Urban Development Cluster GIZ Indonesia & ASEAN Thomas Foerch menyebut pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor prioritas dalam kerja sama Jerman dan Indonesia.

Menurut Thomas, tantangan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Ia menilai penguatan sistem dan kapasitas daerah menjadi bagian penting untuk membangun pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Lima daerah percontohan kini diharapkan menghasilkan praktik pengelolaan sampah yang dapat diukur dan disesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah. Model tersebut selanjutnya diharapkan menjadi acuan bagi daerah lain di Jatim dalam mengembangkan ekonomi sirkular. (BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB