Bicarasurabaya.com – Lima personel Polda Jawa Timur ditugaskan dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah. Sebelum berangkat, mereka menjalani pelatihan intensif hampir empat bulan, termasuk pembekalan bahasa Prancis.
Kelima personel tersebut menjadi bagian dari Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA. Mereka yakni Ipda Dwi Adianto, Brigpol Herlambang Priyo Trapsilo, Brigpol Bagus Firmansyah Aditya, Brigpol Farhana Rizka Isnaini, dan Brigpol Wininda Puspita Hapsari Langgeng.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengatakan pelatihan dilakukan melalui program Pre-Deployment Training (PDT) FPU 8 MINUSCA.
Pelatihan dibagi menjadi tiga tahap, masing-masing selama 40 hari, 52 hari, dan 30 hari. Totalnya mencapai 122 hari atau sekitar empat bulan.
“Mereka telah mengikuti berbagai tahapan persiapan untuk memastikan kesiapan yang matang, baik kemampuan individu maupun soliditas sebagai satu kesatuan Formed Police Unit,” kata Jules, Kamis.
Selama pelatihan, para personel mendapat pembekalan taktik dan kemampuan operasional untuk mendukung pelaksanaan misi. Materinya antara lain Police Tactics and Techniques, Public Order Management, Firearms Training, Tactical Driving, hingga fungsi operasional dan logistik.
Mereka juga dilatih untuk menjalankan sejumlah fungsi khusus, mulai dari personel administrasi, liaison officer, general affair, duty officer, tim medis, SWAT, sniper, hingga instruktur FPU.
Wajib Kuasai Bahasa Prancis
Kemampuan bahasa menjadi salah satu bekal penting sebelum menjalankan tugas. Di Republik Afrika Tengah, bahasa resmi yang digunakan adalah Sango dan Prancis.
Bahasa Prancis banyak digunakan dalam administrasi pemerintahan, pendidikan formal, dan dunia bisnis. Karena itu, personel FPU mendapat pelatihan bahasa khusus untuk menunjang komunikasi selama bertugas.
“Mengingat wilayah penugasan menggunakan bahasa Prancis, para personel juga mendapatkan pelatihan bahasa secara khusus untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi di lingkungan misi internasional,” ujar Jules.
Selain pelatihan teknis dan bahasa, persiapan juga mencakup Joint Training Polwan dan RCMP, Pre-AOC, Assessment of Operational Capability, Command Staff Training, Leadership Training, hingga ground handling dan team building.
Jules berharap kelima personel dapat menjalankan misi dengan profesional dan disiplin.
“Mereka membawa nama besar Polri dan Polda Jatim dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini,” katanya. (BS/za)






