Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang pada Rabu (30/9/2026). Pengibaran itu untuk mengenang peristiwa Gerakan 30 September (G30S).
Sehari setelahnya, Kamis (1/10), bendera kembali dikibarkan satu tiang penuh untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Bendera diminta sudah berkibar mulai pukul 06.00 waktu setempat.
Imbauan tersebut ditujukan kepada instansi pemerintah, satuan pendidikan, pengelola perkantoran, hingga masyarakat di Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada 30 September, mari kita kibarkan Merah Putih setengah tiang untuk mengenang peristiwa G30S. Kemudian, pada 1 Oktober mulai pukul 06.00, kibarkan kembali satu tiang penuh untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila,” kata Khofifah saat kunjungan kerja misi dagang di Medan, Selasa (29/9).
Menurut Khofifah, pengibaran bendera pada dua tanggal tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan.
“Dua hari ini mengajak kita untuk mengenang sekaligus meneguhkan tekad. Kita menghormati sejarah bangsa dan terus menjaga Pancasila sebagai dasar yang mempersatukan Indonesia,” ujarnya.
Ketentuan tersebut mengacu pada surat Menteri Kebudayaan RI Nomor B/668/MK/TU.02.03/2026 tertanggal 23 September 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Khofifah berharap tema tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui sikap saling menghargai, kepedulian, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Terutama bagi generasi muda, mari kenali sejarah bangsa dan amalkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan. Jaga kerukunan, hargai perbedaan, dan hadir untuk membantu sesama,” katanya.
Selain pengibaran bendera, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila akan digelar di kantor pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota pada 1 Oktober 2026 mulai pukul 07.30 waktu setempat. Upacara dilaksanakan secara luring.
Masyarakat juga diajak mengikuti pidato Menteri Kebudayaan melalui kanal YouTube Kementerian Kebudayaan atau Indonesiana TV.
Dua tanggal tersebut menjadi rangkaian peringatan yang mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan sejarah sekaligus memaknai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (BS/za)








