Banyak Pemilik KTP Surabaya Tak Lagi Tinggal di Kota, Ini Temuan Dinsos

- Publisher

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Diskominfo Surabaya

i

Foto: Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya menemukan banyak warga ber-KTP Surabaya yang ternyata tidak lagi berdomisili di Kota Pahlawan. Temuan ini terungkap saat pendataan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel) hingga tingkat rukun tetangga (RT) untuk memetakan kondisi sosial ekonomi warga dan memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, pendataan langsung dilakukan untuk memverifikasi kondisi masyarakat sekaligus mencocokkan data administrasi kependudukan dengan keadaan di lapangan.

“Dalam beberapa minggu ini, Pemkot Surabaya melakukan kegiatan Muskel hingga tingkat RT agar pendataan bisa lebih mendalam,” kata Antiek, Rabu (14/10/2026).

Menurut Antiek, pendataan tersebut diharapkan menghasilkan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi sosial ekonomi warga. Data itu selanjutnya menjadi salah satu dasar bagi pemerintah untuk menentukan bentuk bantuan atau intervensi yang dibutuhkan masyarakat.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah ketidaksesuaian antara alamat dalam dokumen kependudukan dan tempat tinggal sebenarnya.

“Kami menjumpai banyak sekali warga yang ber-KTP Surabaya, tetapi yang bersangkutan tidak berdomisili di Surabaya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Eks Bupati Ponorogo Minta Doa Jelang Sidang Kasus Gratifikasi

Ketidaksesuaian data tersebut menjadi perhatian karena data kependudukan berperan dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan penentuan sasaran program pemerintah. Pemkot pun mendorong warga untuk memperbarui administrasi kependudukan sesuai domisili sebenarnya.

Data Warga Dihimpun Lewat Aplikasi Perlinsos

Selain verifikasi langsung, Pemkot Surabaya mengintegrasikan pendataan Muskel dengan aplikasi Perlinsos. Aplikasi ini digunakan untuk menghimpun informasi mengenai kondisi masyarakat sebagai salah satu variabel dalam menentukan intervensi pemerintah.

“Secara bersamaan dengan pelaksanaan Muskel, kami juga melakukan pendataan melalui aplikasi Perlinsos,” jelas Antiek.

Baca Juga:  Korban Tewas di Proyek Saluran Air Pemkot, Wali Kota Eri Evaluasi Proyek Box Culvert

Ia mengimbau warga yang alamat dalam dokumen kependudukannya tidak sesuai dengan tempat tinggal saat ini agar segera mengurus pembaruan administrasi.

Pemkot berharap pemutakhiran data dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memastikan program bantuan menjangkau warga yang memenuhi kriteria.

Meski demikian, Pemkot belum merinci jumlah warga yang ditemukan tidak berdomisili sesuai alamat KTP maupun wilayah dengan ketidaksesuaian terbanyak. (BS/za)

Berita Terkait

Eri Cahyadi Geram, Jukir Bermasalah hingga Petugas Dishub Disorot
Polda Jatim Gerebek Sarang Narkoba Jalan Kunti Surabaya, Belasan Orang Diamankan
Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak Usai Anjlok Rp 20.000
Jual Miras Eceran Tak Sesuai Izin, Toko di Surabaya Disegel
Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, Mayoritas Dibatalkan
Surabaya Dilirik Singapura, 3 Sektor Tata Kota Jadi Sorotan
Usai Menang di Lampung, Persebaya Fokus Hadapi PSS Sleman
36 Daerah di Jatim Status Awas Kekeringan, BMKG Prediksi Hujan Merata Desember

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Eri Cahyadi Geram, Jukir Bermasalah hingga Petugas Dishub Disorot

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Banyak Pemilik KTP Surabaya Tak Lagi Tinggal di Kota, Ini Temuan Dinsos

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Polda Jatim Gerebek Sarang Narkoba Jalan Kunti Surabaya, Belasan Orang Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak Usai Anjlok Rp 20.000

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Jual Miras Eceran Tak Sesuai Izin, Toko di Surabaya Disegel

Berita Terbaru

Foto: dok bicarasurabaya.com

Bicara Kota

Eri Cahyadi Geram, Jukir Bermasalah hingga Petugas Dishub Disorot

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:43 WIB

Ilustrasi (Foto: dok Emas Antam/Ist)

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak Usai Anjlok Rp 20.000

Rabu, 14 Okt 2026 - 10:25 WIB

Menekan peredaran miras ilegal dan toko penjual miras ilegal, Satpol PP Surabaya melakukan razia. (Foto: dok Satpol PP Surabaya)

Bicara Kota

Jual Miras Eceran Tak Sesuai Izin, Toko di Surabaya Disegel

Rabu, 14 Okt 2026 - 09:58 WIB