Aksi Saling Dorong Hingga Tetap Mogok dan Pastikan Tidak Ada Daging di Demo Tolak Relokais RPH

- Publisher

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

i

Foto: Istimewa

Bicarasurabaya.com – Ratusan pedagang dan jagal RPH Pegirian kembali melakukan aksi unjukrasa di Kantor Balai Kota Surabaya. Tuntutan mereka tetap menolak relokasi RPH Pegirian ke Oso Wilangun yang dianggap terlalu jauh serta mengurangi pendapatan mereka.

“Kami melakukan aksi kembali dengan tuntutan yang sama yakni menolak relokasi ke Oso Wilangun serta memastikan aksi mogok benar benar kita lakukan sehingga tidak ada daging sapi di Surabaya,” kata koordinator aksi, Abdullah Manshur disela aksi, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga:  Surabaya Siapkan Parade Juang hingga Super Sale untuk Dongkrak Wisata Akhir Tahun

Manshur juga mengungkapkan alasan kembali melakukan aksi unjukrasa meski dalam aksi sebelumnya sudah ditemui oleh perwakilan Wali Kota tepatnya Asisten 1 serta Dirut RPH Surabaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami datang lagi hanya ingin berdialog secara langsung dengan Pak Wali (Wali Kota Eri Cahyadi) bukan dengan yang lain agar keluhan kami didengar langsung serta menjadi pertimbangan Pak Wali bukan oleh perwakilan,” imbuhnya.

Dalam aksi kali ini, peserta tidak membawa sapi seperti kemarin yang dilambangkan sebagai simbol penolakan relokasi RPH Pegirian. Kini, mereka hanya membawa poster dan spanduk berisi tuntutan.

Baca Juga:  Surabaya Hentikan Karcis Parkir Fisik, Cegah Kebocoran Retribusi

“Kami akan tetap melakukan aksi mogok sampai tuntutan kami didengar serta dipenuhi oleh Wali Kota, jika tidak sampai kapanpun kami akan terus mogok serta memastikan tidak akan ada daging di pasar Surabaya,” pungkasnya.

Aksi yang mendapat pengawal ketat dari kepolisian dan Satpol PP ini sempat diwarnai aksi saling dorong massa pengunjuk rasa dengan petugas yang bersiaga.

Massa yang awalnya melakukan aksi di depan gerbang pintu masuk dengan diberi batas kawat berduri memaksa masuk ke dalam halaman hingga adu dorong petugas dan massa tidak terhindar. Massa yang masuk ke balai kota mayoritas ibu-ibu, mereka memaksa bertemu langsung dengan Wali Kota Eri Cahyadi.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Turun Lagi, Kini Rp 2,601 Juta per Gram

Meski sempat memanas, tidak ada korban dalam aksi saling dorong usai petugas kepolisian berhasil menghalau keluar massa pengunjuk rasa. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB