Bicarasurabaya.com – Pengelolaan Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS) bakal dievaluasi lebih ketat. Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan audit independen, mengevaluasi struktur organisasi hingga memperkuat pengawasan kesejahteraan satwa.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan evaluasi terhadap KBS selama ini dilakukan secara berkala. Namun, ke depan pengawasan akan diperkuat agar persoalan dalam pengelolaan perusahaan daerah bisa diketahui lebih dini.
“Evaluasi dilakukan setiap enam bulan dan setiap tahun. Ke depan kita lakukan secara berkala, sehingga kalau ada kesalahan bisa dicegah,” kata Syamsul dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Syamsul, evaluasi tidak boleh hanya berpatokan pada kemampuan KBS menghasilkan dividen. Kondisi perusahaan harus dilihat secara menyeluruh, termasuk tata kelola dan pelaksanaan fungsi KBS sebagai lembaga konservasi.
Karena itu, pemkot akan menggandeng auditor independen untuk memeriksa pengelolaan keuangan KBS. Auditor nantinya ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan secara independen.
“Kita juga akan menggandeng auditor yang independen untuk mengaudit keuangan KBS,” ujarnya.
Tak hanya keuangan, struktur organisasi KBS juga akan dibenahi. Evaluasi diarahkan untuk memastikan pembagian fungsi dan kewenangan berjalan jelas serta memiliki mekanisme checks and balances.
Hal itu dinilai penting untuk mencegah konflik kepentingan maupun rangkap jabatan dalam pengelolaan KBS.
“Setiap fungsi strategis harus memiliki mekanisme checks and balances yang jelas, sehingga tidak ada konflik kepentingan ataupun rangkap jabatan,” jelas Syamsul.
Penguatan tata kelola juga menyentuh proses pengisian direksi dan dewan pengawas. Pemkot mensyaratkan calon pengelola KBS memiliki integritas, kompetensi manajerial, memahami tata kelola perusahaan yang baik, serta mempunyai rekam jejak yang bersih.
Namun, ada satu syarat khusus yang menjadi perhatian: komitmen terhadap konservasi satwa.
“Calon direktur dan dewan pengawas juga harus memiliki komitmen terhadap konservasi satwa,” katanya.
Proses seleksi melibatkan tim independen yang terdiri dari akademisi dan praktisi. Para calon nantinya juga diminta mempresentasikan gagasan dan kemampuan mereka sebelum ditentukan sebagai bagian dari jajaran pengelola KBS.
Pengawasan KBS juga akan diperluas ke aspek kesejahteraan satwa. Pemkot tidak ingin pengawasan hanya berhenti pada laporan keuangan dan administrasi perusahaan.
Syamsul mengatakan akan disiapkan pengawas khusus yang memperhatikan aspek medis dan nutrisi satwa di KBS.
“Termasuk pengawas khusus terkait dengan medis dan nutrisi hewan-hewan yang ada di KBS,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar KBS dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni sebagai perusahaan daerah yang sehat dan lembaga konservasi yang profesional.
Pengalaman dalam pengelolaan KBS sebelumnya, kata Syamsul, akan menjadi bahan evaluasi. Ia menekankan pentingnya menempatkan orang sesuai kemampuan dan tanggung jawabnya.
“Pengalaman yang kemarin menjadi pelajaran bagi kita. The right man on the right place, itu yang benar,” pungkasnya.
Dengan evaluasi keuangan, pembenahan struktur organisasi, seleksi pengelola berbasis kompetensi, serta pengawasan medis dan nutrisi satwa, pengelolaan KBS diharapkan tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga semakin kuat sebagai lembaga konservasi yang dipercaya masyarakat. (BS/za)





