Bicarasurabaya.com – Sekitar 230 santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para santri dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan pada Selasa (1/9/2026) malam.
Sejumlah ambulans terlihat keluar-masuk area pesantren untuk mengevakuasi santri. Mereka dilaporkan mengalami berbagai keluhan, mulai mual, muntah hingga sakit perut.
Para santri yang mendapat perawatan tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Di antaranya Klinik Azka Medika, RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya, RS Pusura Gelam, RS Siti Hajar, dan RS Siti Fatimah Tulangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu wali santri, Faktur (46), mengaku kaget setelah mengetahui putrinya menjadi salah satu santri yang harus mendapat perawatan. Ia langsung mendatangi RS Siti Fatimah Tulangan untuk menemani anaknya.
Faktur berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.
“Program MBG ini sebaiknya dievaluasi lagi. Kasihan anak-anak sampai harus dirawat di rumah sakit,” kata Faktur saat ditemui di rumah sakit.
Menurutnya, evaluasi penting dilakukan untuk memastikan kualitas makanan yang diterima para santri.
1.000 Orang Terima MBG
Pengurus Ponpes Mambaul Hikam, Ustaz Raihan (20), mengatakan makanan MBG diterima sekitar 1.000 orang di lingkungan pesantren, termasuk para pengurus.
Untuk santri putra, makanan dikirim dalam wadah besar menggunakan nampan. Sementara santri putri menerima makanan dalam ompreng satuan.
“Total penerima MBG sekitar 1.000 orang, termasuk pengurus. Begitu mengetahui ada santri yang sakit, yayasan langsung berkoordinasi dengan rumah sakit dan memberangkatkan beberapa ambulans,” ujar Raihan.
Raihan meminta seluruh civitas pesantren dan wali santri tetap tenang serta tidak saling menyalahkan terkait kejadian tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum ada informasi resmi.
“Kami mohon masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi simpang siur di media sosial,” katanya.
Hingga Selasa malam, sekitar 230 santri dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Penyebab pasti keluhan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. (BS/za)











