Rarusan Santri Ponpes Mambaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

- Publisher

Rabu, 2 September 2026 - 04:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Sekitar 230 santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para santri dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan pada Selasa (1/9/2026) malam.

Sejumlah ambulans terlihat keluar-masuk area pesantren untuk mengevakuasi santri. Mereka dilaporkan mengalami berbagai keluhan, mulai mual, muntah hingga sakit perut.

Para santri yang mendapat perawatan tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Di antaranya Klinik Azka Medika, RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya, RS Pusura Gelam, RS Siti Hajar, dan RS Siti Fatimah Tulangan.

Salah satu wali santri, Faktur (46), mengaku kaget setelah mengetahui putrinya menjadi salah satu santri yang harus mendapat perawatan. Ia langsung mendatangi RS Siti Fatimah Tulangan untuk menemani anaknya.

Faktur berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.

“Program MBG ini sebaiknya dievaluasi lagi. Kasihan anak-anak sampai harus dirawat di rumah sakit,” kata Faktur saat ditemui di rumah sakit.

Baca Juga:  Batik Jatim Berlayar, Khofifah Bidik Pasar Global dan Ekonomi Kreatif

Menurutnya, evaluasi penting dilakukan untuk memastikan kualitas makanan yang diterima para santri.

1.000 Orang Terima MBG

Pengurus Ponpes Mambaul Hikam, Ustaz Raihan (20), mengatakan makanan MBG diterima sekitar 1.000 orang di lingkungan pesantren, termasuk para pengurus.

Untuk santri putra, makanan dikirim dalam wadah besar menggunakan nampan. Sementara santri putri menerima makanan dalam ompreng satuan.

“Total penerima MBG sekitar 1.000 orang, termasuk pengurus. Begitu mengetahui ada santri yang sakit, yayasan langsung berkoordinasi dengan rumah sakit dan memberangkatkan beberapa ambulans,” ujar Raihan.

Baca Juga:  Emas Antam Bertahan di Rp2,774 Juta per Gram Hari Ini

Raihan meminta seluruh civitas pesantren dan wali santri tetap tenang serta tidak saling menyalahkan terkait kejadian tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum ada informasi resmi.

“Kami mohon masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi simpang siur di media sosial,” katanya.

Hingga Selasa malam, sekitar 230 santri dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Penyebab pasti keluhan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. (BS/za) 

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB