3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Turun

- Publisher

Selasa, 8 September 2026 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Dikoimnfo Surabaya

i

Foto: dok Dikoimnfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Sebanyak 3.283 aduan terkait data desil masuk di Surabaya pada triwulan III 2026. Dari jumlah tersebut, 1.845 warga diusulkan turun desil, 345 naik, dan 1.093 tetap.

Data tersebut merupakan hasil pemutakhiran melalui mekanisme sanggahan yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya. Hasil verifikasi kemudian diusulkan kepada pemerintah pusat untuk menjadi bahan penyesuaian pemeringkatan desil.

Kepala Dinsos Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil pengecekan terhadap kondisi sosial ekonomi warga di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari total 3.283 aduan sanggahan, yang naik desilnya 345, turun 1.845 dan tetap 1.093.”

Namun, hasil verifikasi Pemkot bukan berarti otomatis mengubah peringkat desil warga. Antiek menegaskan, Dinsos Surabaya hanya melakukan pengecekan dan menyampaikan usulan, sedangkan penetapan akhir pemeringkatan desil merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Baca Juga:  HJKS ke-733 , Surabaya Shopping Festival 2026 Tebar Promo Belanja hingga Medical Tourism

“Jadi kami mengusulkan dan menyampaikan, tetapi proses pendesilan menjadi kewenangan di pusat,” katanya.

Data desil menjadi salah satu dasar dalam menentukan penerima sejumlah program bantuan. Antiek menyebut Kementerian Sosial menggunakan desil 1-4 sebagai sasaran bansos, sedangkan desil 1-5 digunakan untuk kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Dinsos Surabaya menerima data warga dengan desil 1-5. Sementara data desil 1-10 dapat diperoleh melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Antiek mengatakan masih ada warga yang belum masuk pemeringkatan desil. Kondisi itu antara lain terjadi karena saat survei BPS, warga tidak berada di tempat atau alamat yang bersangkutan tidak ditemukan.

Baca Juga:  Liponsos Overload, Dinsos Surabaya Kirim ODGJ ke Balai Kemensos

Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan desil yang tercatat dapat mengajukan sanggahan.

Ada beberapa jalur yang bisa digunakan, yakni melalui aplikasi Cek Bansos, Perlinsos Digital, laman BPS, serta kelurahan setempat.

Melalui aplikasi Cek Bansos, warga dapat mengajukan sanggahan secara mandiri dengan mengisi alasan dan mengunggah bukti pendukung, termasuk foto kondisi rumah.

Sementara melalui Perlinsos Digital, warga juga dapat melakukan pemutakhiran data dan menyampaikan sanggahan.

Antiek mengajak masyarakat memanfaatkan mekanisme tersebut agar data sosial ekonomi semakin sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Baca Juga:  Eri Ingatkan Warga Surabaya Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Mobil

Pemutakhiran tidak hanya ditujukan bagi warga yang merasa berada di desil terlalu tinggi. Warga yang tergolong mampu tetapi masih tercatat pada desil 1-5 juga perlu dilaporkan agar data dapat diperbaiki.

Sebaliknya, warga desil 6-10 yang sebenarnya tidak mampu dapat didata oleh lingkungan RT/RW dan disampaikan ke kelurahan untuk diverifikasi.

“Kalau memang warganya tidak mampu, kondisinya berada di desil 6-10, silakan didata kemudian disampaikan ke kelurahan untuk kami turun bersama-sama,” ujar Antiek.

Pemutakhiran data tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran, sehingga manfaat program benar-benar diterima warga yang membutuhkan. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB