BGN Ungkap Dugaan Penyebab 512 Santri Sidoarjo Keracunan MBG

- Publisher

Jumat, 4 September 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pasien yang diduga alami keracunan usai santap menu MBG saat dirawat di RS. (Foto: detik.com)

i

Para pasien yang diduga alami keracunan usai santap menu MBG saat dirawat di RS. (Foto: detik.com)

Bicarasurabaya.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan penyebab ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Distribusi makanan yang berlangsung lebih dari empat jam menjadi sorotan.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan temuan awal di lapangan menunjukkan adanya dugaan kelalaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) pendistribusian makanan.

Sesuai ketentuan, makanan MBG seharusnya selesai didistribusikan maksimal empat jam setelah dimasak. Namun, dalam kasus di Sidoarjo, distribusi ditemukan berlangsung melewati batas waktu tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hasil temuan di lapangan menunjukkan adanya pendistribusian yang berlangsung lebih dari batas waktu tersebut,” kata Ketut kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga:  Harga Emas Antam Turun Rp35.000, Kini Rp2,76 Juta per Gram

Menurut dia, keterlambatan distribusi meningkatkan risiko makanan mengalami kerusakan. Apalagi makanan MBG tidak menggunakan bahan pengawet sehingga penanganan dan distribusinya harus mengikuti batas waktu yang ditetapkan.

“MBG ini kan nggak pakai pengawet. Jadi mudah basi, mudah bakterinya cepat berkembang,” ujarnya.

BGN mengklaim pengawasan terhadap proses penyediaan makanan MBG sebenarnya telah dilakukan secara rutin. Pemantauan dilakukan dua kali sehari melalui apel kesiagaan MBG.

Pemeriksaan pertama dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB, terutama untuk memastikan bahan makanan yang datang sesuai ketentuan. Pengawasan berikutnya dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB saat proses memasak dimulai.

Namun, Ketut mengakui pelaksanaan SOP belum sepenuhnya disiplin di lapangan.

Menurutnya, masih ada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan petugas penanggung jawab (PIC) yang belum menjalankan ketentuan secara konsisten. BGN juga menemukan sekolah yang terlambat membagikan makanan kepada penerima manfaat.

Baca Juga:  Bansos Perdana 2026, Jatim Gelontorkan Rp 7,7 Miliar

“Masih ada kepala-kepala SPPG dan PIC, termasuk sekolah-sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan MBG,” kata Ketut.

Kondisi tersebut kini menjadi bagian dari evaluasi BGN terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait keamanan pangan dan ketepatan waktu distribusi.

Kasus tersebut terjadi setelah para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam mengonsumsi menu MBG.

Berdasarkan hasil investigasi awal, BGN mencatat 512 santri terdampak dalam kejadian tersebut.

Dari jumlah itu, 80 santri masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sebanyak 312 santri telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh.

Baca Juga:  Jelang Natal-Tahun Baru, Pemkot Surabaya Pastikan Harga Pangan Stabil

Sementara 120 santri lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi mereka.

“Total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

BGN bersama dinas kesehatan terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh. Pemeriksaan mencakup proses penyediaan, pengolahan hingga distribusi makanan.

Sebagai bagian dari penanganan, BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Evaluasi selanjutnya akan diarahkan pada kepatuhan terhadap SOP, terutama soal keamanan pangan dan batas waktu distribusi. Sebab, dalam program yang menyasar ribuan penerima manfaat, ketepatan waktu bukan sekadar soal pelayanan, tetapi juga menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB