Bicarasurabaya.com – Sebanyak 43 pedagang pasar tumpah di kawasan Jalan Jagir Wonokromo 8 ditertibkan. Badan jalan dan saluran air yang selama ini ditempati lapak pedagang akan dibenahi untuk membuka akses putar balik atau U-turn baru.
Penertiban dilakukan Kecamatan Wonokromo pada Senin (31/8/2026). Langkah ini diambil setelah evaluasi keselamatan lalu lintas dan keluhan warga terkait aktivitas putar balik kendaraan di kawasan tersebut.
Camat Wonokromo Rerry Setianingtiyaswati mengatakan selama ini pengendara dari Jalan Raya Stasiun Wonokromo menuju Jalan Raya Wonokromo kerap melakukan putar balik melalui area parkir pertokoan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akses tersebut dinilai kurang aman karena memiliki kontur menurun dan berdekatan dengan lampu lalu lintas.
“Jalan Jagir Wonokromo 8 sebenarnya merupakan akses jalan tembus, tetapi selama ini tertutup lapak pedagang dan bangunan liar,” kata Rerry, Kamis (3/9/2026).
Penertiban dilakukan setelah proses pendataan dan pemberitahuan kepada pedagang. Kecamatan dan kelurahan disebut telah melakukan pendataan sejak pertengahan Ramadan dan melayangkan surat pemberitahuan hingga Surat Peringatan (SP).
Dalam penertiban, petugas mendapat dukungan Polsek, Koramil, Satpol PP Surabaya, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).
Pedagang Dipindah ke Pasar Wonokromo
Sebagai solusi, 43 pedagang tersebut diarahkan masuk ke stan resmi Pasar Wonokromo yang berada tepat di sebelah lokasi penertiban.
Kepala Pasar Wonokromo Agus Setyawan mengatakan pengelola telah menyiapkan data stan kosong untuk menampung para pedagang.
“PD Pasar Wonokromo sudah diinfokan sebelumnya terkait rencana penertiban. Kami diminta menyiapkan data stan kosong untuk menampung para pedagang tersebut,” ujar Agus.
Pedagang yang ditertibkan mayoritas menjual buah, terutama pisang. Sebagian lainnya merupakan pedagang daging dan sayuran.
Agus menjelaskan stan di Pasar Wonokromo disediakan dengan sistem sewa bulanan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), bukan pembelian lapak.
Hingga kini belum ada pedagang yang resmi masuk. Pengelola pasar masih melakukan sosialisasi dan menunggu pedagang mendaftar serta memilih stan yang tersedia.
“Kami sangat siap menampung seluruh pedagang pasar tumpah tersebut,” tegas Agus.
Jalan Diperbaiki, Ditargetkan Bisa Dilalui Mobil
Setelah penertiban, DSDABM langsung mengerjakan pembenahan Jalan Jagir Wonokromo 8 sejak Selasa (1/9/2026).
Pekerjaan meliputi pembersihan dan optimalisasi drainase, peninggian serta pengurukan agregat, hingga pengaspalan jalan. Ruas yang dibenahi memiliki panjang sekitar 60-70 meter dan lebar 10 meter.
Pengerjaan fisik ditargetkan selesai dalam sekitar lima hari. Setelah rampung, ruas yang sebelumnya sempit dan sulit dilalui kendaraan diharapkan dapat dilewati kendaraan roda empat dengan lebih aman.
Rute dan sistem lalu lintas di kawasan tersebut nantinya masih akan disesuaikan berdasarkan kajian Dishub Surabaya.
Penataan ini diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi Jalan Jagir Wonokromo sebagai akses lalu lintas, tetapi juga mengarahkan aktivitas perdagangan ke area pasar yang lebih tertata.
“Penataan ini menjadi langkah yang baik untuk semua pihak, baik pengguna jalan maupun masyarakat yang ingin berbelanja supaya tetap nyaman dan aman,” kata Agus. (BS/za)











