Polisi Tangkap Otak Sindikat Scamming Internasional di Surabaya

- Publisher

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Ist)

i

Ilustrasi (Foto: Ist)

Bicarasurabaya.com – Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali mengembangkan kasus kejahatan siber lintas negara yang beroperasi dari Indonesia. Polisi menangkap seorang warga negara China berinisial D alias XS yang diduga berperan sebagai koordinator lapangan sekaligus penyedia fasilitas operasional sindikat penipuan internasional tersebut.

Penangkapan D merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus sebelumnya. Dengan penambahan satu tersangka ini, total anggota jaringan scamming internasional yang berhasil diamankan mencapai 45 orang.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan tersangka memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas kelompok tersebut di Surabaya dan Solo.

“Tersangka bertindak sebagai koordinator sekaligus memfasilitasi perlengkapan kerja para pelaku, termasuk penyediaan perangkat komunikasi yang digunakan untuk menghubungi calon korban,” kata Luthfie dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (23/6/2026).

Dalam menjalankan aksinya, sindikat ini menggunakan modus penyamaran sebagai aparat kepolisian. Korban dihubungi dan dituduh terlibat kasus pencucian uang atau tindak pidana lainnya untuk menimbulkan ketakutan dan kepanikan.

Agar meyakinkan, para pelaku menyiapkan ruangan khusus yang dimodifikasi menyerupai kantor polisi. Saat melakukan panggilan video dengan korban, latar belakang ruangan tersebut digunakan untuk memperkuat skenario penipuan.

“Para pelaku menempatkan perangkat digital di ruangan kedap suara yang didesain menyerupai kantor polisi sehingga korban percaya saat video call berlangsung,” ujarnya.

Baca Juga:  Plafon SMPN 60 Surabaya Ambruk, Pemkot Bentuk Satgas Evaluasi Sekolah

Dari hasil penyelidikan digital forensik, polisi menemukan basis data calon korban dalam jumlah besar. Untuk target di Jepang saja, sindikat tersebut diketahui mengantongi sekitar 30.000 data yang berpotensi menjadi sasaran penipuan.

Selain warga Jepang, polisi juga menemukan puluhan ribu data serupa yang berasal dari China. Mayoritas target merupakan pegawai kantoran dan wiraswasta.

Meski beroperasi dari Indonesia, polisi memastikan sejauh ini belum menemukan warga negara Indonesia yang menjadi korban. Indonesia diduga hanya dijadikan lokasi operasional untuk menghindari pengawasan aparat di negara asal para pelaku.

Baca Juga:  Polisi Dalami Dugaan Pesta Seks Sesama Jenis di Hotel Surabaya, Periksa Sosok “Admin” Acara

Polrestabes Surabaya kini berkoordinasi dengan kepolisian Jepang dan China melalui Divisi Hubungan Internasional Polri guna mengungkap jaringan yang lebih luas, menghitung total kerugian korban, serta memburu pelaku lain yang masih buron.

“Kami tidak ingin Indonesia dijadikan markas kejahatan internasional. Beberapa DPO sudah kami identifikasi dan saat ini masih dalam pengejaran,” tegas Luthfie.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat sejumlah pasal dalam KUHP dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB