Karhutla Semeru Meluas Jadi 598 Hektare, Pendakian Masih Ditutup

- Publisher

Selasa, 1 September 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran Ranu Kembang, BB TNBTS Tutup Total Jalur Pendakian Semeru. (Foto: TNBTS)

i

Kebakaran Ranu Kembang, BB TNBTS Tutup Total Jalur Pendakian Semeru. (Foto: TNBTS)

Bicarasurabaya.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, terus meluas. Memasuki hari keenam pada Senin (31/8/2026), luas area terdampak kebakaran mencapai 598 hektare. Sejumlah titik api masih menyala.

Kebakaran pertama kali muncul di kawasan Ranu Kembang, sisi barat Pos 4 dekat Ranu Kumbolo, pada Rabu (24/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Luas area terdampak terus bertambah. Pada Jumat (28/8), kebakaran tercatat mencapai 334 hektare. Tiga hari kemudian, luas area terdampak bertambah 264 hektare menjadi 598 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan api cepat merambat karena kondisi geografis kawasan dan cuaca.

“Lokasi obyek terbakar berada pada tebing dengan kemiringan yang sangat terjal dan angin bertiup cukup kencang yang mengakibatkan kebakaran cepat meluas,” kata Gatot, Senin (31/8/2026).

Sejumlah Titik Api Masih Menyala

Gatot menyebut api masih terpantau di kawasan Gunung Kepolo, Jambangan, Po’o dan Ayak-ayak atau sekitar Ranu Kembang.

Baca Juga:  Menhub Pastikan Kesiapan Transportasi Jatim Jelang Nataru

Sementara itu, kawasan Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta yang sempat terdampak kebakaran dilaporkan sudah padam.

Tim gabungan kini membuat sekat bakar di kawasan Ayak-Ayak dan Po’o untuk menghambat penyebaran api.

“Tim gabungan melakukan pembuatan sekat bakar di kawasan Ayak-Ayak dan Po’o untuk membatasi penyebaran api agar tidak meluas,” ujarnya.

Pemadaman melalui jalur darat juga dilakukan di jalur pendakian antara Pos 1 dan Pos 2. Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area sekitarnya.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Turun Rp 7.000, Kini Rp 2,603 Juta per Gram

BPBD Jawa Timur turut berkoordinasi dengan Pengelola Taman Nasional Wilayah III dan mendistribusikan fire ball sebagai dukungan dalam penanganan dan pengendalian karhutla.

Hingga saat ini, aktivitas pendakian Gunung Semeru masih ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB