Bicarasurabaya.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkap dua kendala utama yang dihadapi tim gabungan saat mengevakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura. Hambatan komunikasi dengan kapal-kapal penolong serta proses perpindahan korban di tengah laut membuat pendataan berlangsung lebih lama.
Dudy mengatakan, tidak semua kapal yang terlibat dalam operasi penyelamatan dapat langsung berkomunikasi dengan posko sehingga pembaruan jumlah korban tidak bisa dilakukan secara real-time.
“Ada beberapa kapal yang belum terjangkau sarana komunikasi. Yang paling penting bagi kami adalah memastikan secara faktual jumlah korban yang sudah dievakuasi karena ada kapal yang masih dalam perjalanan,” kata Dudy di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain keterbatasan komunikasi, proses evakuasi juga diperumit dengan perpindahan korban dari satu kapal ke kapal lain di tengah laut. Menurut Dudy, sebagian kapal penolong tidak dapat langsung berlayar menuju Tanjung Perak sehingga korban harus dipindahkan ke armada lain.
“Ada kapal yang melakukan transfer korban karena tidak bisa kembali ke Tanjung Perak. Seluruh proses itu harus kami inventarisasi agar data korban tetap akurat,” ujarnya.
Operator Kapal Akan Dievaluasi
Menhub juga menanggapi informasi bahwa armada milik operator yang sama diduga pernah mengalami insiden kebakaran sebelumnya. Menurutnya, pemerintah akan menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Kalau memang dari data yang ada ini sudah dua kali terjadi, tentu akan menjadi bahan evaluasi. Namun kami menunggu hasil investigasi KNKT untuk mengetahui penyebab pastinya,” tegasnya.
Kapal Masih Mengapung
Dudy memastikan KMP Mutiara Sentosa 2 tidak tenggelam. Kapal masih berada di lokasi kejadian dengan kondisi api telah berhasil dipadamkan.
“Api sudah padam. Kemungkinan masih ada asap di bagian dalam kapal,” katanya.
KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu (2/8/2026) pagi. Kapal Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) itu mengangkut 232 penumpang, didominasi sopir dan kernet kendaraan logistik, serta membawa 181 unit kendaraan.
Laporan darurat diterima Kantor SAR Surabaya sekitar pukul 08.24 WIB setelah komunikasi dengan nakhoda terputus. Saat tim penyelamat tiba di lokasi sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi, kapal dilaporkan hampir seluruhnya dilalap api. Sejumlah penumpang bahkan terpaksa melompat ke laut sebelum berhasil diselamatkan kapal-kapal yang melintas.
Hingga proses evakuasi berakhir, lima penumpang dinyatakan meninggal dunia, sementara seluruh korban selamat telah berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Pemerintah memastikan investigasi penyebab kebakaran akan dilakukan untuk menjadi dasar evaluasi keselamatan pelayaran dan operasional kapal penyeberangan. (BS/za)











