Kasus KBS Diusut, Eri Minta Semua Dibuka Terang Benderang

- Publisher

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri Cahyadi berharap kasus dugaan korupsi bisa terbuka dan transparan. (Foto: dok bicarasurabaya.com)

i

Wali Kota Eri Cahyadi berharap kasus dugaan korupsi bisa terbuka dan transparan. (Foto: dok bicarasurabaya.com)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendukung penuh langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengusut dugaan korupsi pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS). Dukungan itu disampaikan setelah mantan Direktur Utama PDTS KBS periode 2016-2024 ditetapkan sebagai tersangka.

Eri menegaskan proses hukum harus berjalan secara transparan agar persoalan yang terjadi di tubuh KBS dapat terungkap secara menyeluruh.

“Di laporan kas ada sekitar Rp8 miliar, tetapi uangnya tidak ada. Setelah proses berjalan, informasinya berkembang hingga sekitar Rp10 miliar. Karena itu semuanya harus dibuka agar tidak menimbulkan salah prasangka,” kata Eri, Rabu (22/7/2026).

Menurut Eri, penyelesaian perkara tersebut bukan hanya untuk mengungkap dugaan penyimpangan, tetapi juga memperbaiki tata kelola KBS agar operasionalnya berjalan lebih baik.

Ia berharap kebutuhan pakan satwa, kesehatan koleksi hewan, hingga kesejahteraan pegawai tidak lagi terdampak persoalan pengelolaan keuangan.

Berawal dari Audit Independen

Eri menjelaskan, laporan keuangan KBS setiap tahun diaudit sesuai ketentuan. Namun setelah menemukan indikasi kejanggalan, ia meminta pemeriksaan dilakukan oleh auditor independen yang direkomendasikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga:  Sananta Kembali ke Indonesia, Persebaya Jadi Pelabuhan Baru

Dari audit tersebut, ditemukan dugaan ketidakwajaran pada pengelolaan keuangan yang kemudian menjadi dasar proses penyelidikan hingga penyidikan oleh Kejati Jatim.

“Ketika saya membaca hasil audit, ada hal yang menurut saya janggal. Karena itu saya minta dilakukan audit independen,” ujarnya.

Ke depan, audit independen terhadap KBS dipastikan akan terus dilakukan secara berkala dengan auditor yang berbeda setiap tahun sebagai upaya memperkuat pengawasan.

Eri juga mengingatkan seluruh anggaran KBS harus digunakan sesuai peruntukannya, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan satwa dan kesejahteraan pegawai, bukan untuk kepentingan pribadi. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB