Podcast Viral Hina Khofifah-Eri, Warga Surabaya Angkat Bicara

- Publisher

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Podcast Viral Sebut Khofifah dan Eri Cahyadi. (Foto: tangkapan layar)

i

Podcast Viral Sebut Khofifah dan Eri Cahyadi. (Foto: tangkapan layar)

Bicarasurabaya.com – Video podcast yang viral di TikTok karena memuat kritik disertai kata-kata kasar kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuai reaksi dari warga. Salah satunya datang dari warga Surabaya, Kusnan, yang menilai cara penyampaian kritik dalam video tersebut tidak mencerminkan etika.

Menurut Kusnan, setiap orang berhak mengkritik kebijakan maupun kinerja pejabat publik. Namun, kritik tidak seharusnya disampaikan dengan umpatan atau bahasa yang merendahkan.

Baca Juga:  Mau Jadi Bos BUMD Surabaya? 10 Kursi Direksi Masih Dibuka

“Kritis oleh, tegas oleh, tapi congormu kudu dijogo,” kata Kusnan saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam bahasa Indonesia, pernyataan itu berarti, “Kritis boleh, tegas boleh, tetapi mulut harus dijaga.”

Kusnan menegaskan, kritik yang disampaikan secara santun justru lebih mudah diterima dan menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan pendapat. Ia pun mengingatkan agar setiap orang menghormati sesama, termasuk saat menyampaikan ketidaksetujuan terhadap seorang pemimpin.

Baca Juga:  Eri Evaluasi Drainase Margorejo, Camat-Lurah Diminta Pahami Aliran

“Lek awakmu gak gelem disebut kewan, opo maneh wong tuwomu gak gelem disebut kewan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut bermakna bahwa seseorang seharusnya tidak menghina orang lain apabila dirinya sendiri tidak ingin diperlakukan dengan cara yang sama.

Sebelumnya, sebuah video podcast yang diunggah akun TikTok @bekicotminumsusuuu viral setelah menampilkan narasumber yang mengkritik kinerja Khofifah dan Eri Cahyadi dengan menggunakan kata-kata kasar. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kota Surabaya terkait video tersebut. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB