Bicarasurabaya.com – Khofifah Indar Parawansa turun langsung mengecek kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di sentra peternakan sapi milik H Wariyanto, Desa Semutan Pomahan, Kecamatan Baureno, Bojonegoro.
Dalam kunjungan itu, Khofifah meninjau sekitar 90 ekor sapi jenis Simental, Limosin, dan Peranakan Ongole (PO) yang disiapkan untuk kebutuhan kurban. Ia memastikan kondisi ternak sehat dan layak distribusi di tengah meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.
Didampingi Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, serta Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Ariani, Khofifah juga berdialog langsung dengan peternak dan pengepul terkait distribusi hingga pengawasan kesehatan hewan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ingin memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, aman, dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, pengawasan kesehatan ternak menjadi perhatian utama karena lalu lintas pengiriman hewan kurban meningkat tajam menjelang Idul Adha, baik antarwilayah di Jawa Timur maupun pengiriman ke luar daerah seperti Jabodetabek dan Kalimantan.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, terus memperkuat pengendalian penyakit hewan melalui vaksinasi gratis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pemeriksaan rutin oleh dokter hewan.
“Alhamdulillah PMK pada hewan kurban sangat berkurang. Permintaan juga tinggi hingga luar daerah, sehingga pengawasan kesehatan harus terus dilakukan,” ujarnya.
Khofifah menegaskan setiap ternak yang dikirim wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Langkah itu dilakukan untuk memastikan hewan yang masuk ke masyarakat benar-benar sehat dan aman.
Selain fokus pada kesehatan ternak, Khofifah juga meminta para peternak memanfaatkan momentum Idul Adha untuk meningkatkan kualitas usaha dan nilai ekonomi sektor peternakan.
“Kita ingin peternak naik kelas dan memiliki nilai tambah yang lebih besar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Ariani menyebut permintaan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan. Kondisi itu berdampak positif terhadap harga jual ternak dan penyerapan pasar.
“Permintaan cukup bagus, stok juga aman bahkan surplus. Peternak tahun ini lebih bahagia karena harga lebih baik dibanding tahun lalu,” ujar Indyah.
Di sisi lain, pengepul hewan kurban H Wariyanto mengaku sebagian besar sapi miliknya telah terjual ke sejumlah daerah seperti Jombang, Kediri, hingga Surabaya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim kepada peternak, terutama melalui program vaksinasi gratis dan bantuan vitamin ternak.
“Alhamdulillah sapi sehat semua dan penjualan tahun ini cukup bagus,” katanya.(BS/za)









