Bicarasurabaya.com – PPIH Embarkasi Surabaya memulangkan empat calon jemaah haji ke daerah asal karena dinilai tidak laik terbang menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Seluruh jemaah dipulangkan setelah hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Anam, mengatakan hingga kloter 62 sebanyak 23.519 jemaah atau sekitar 53 persen dari total kuota telah diberangkatkan. Namun, empat jemaah harus batal berangkat karena mengalami gangguan kesehatan.
“Satu jemaah asal Jombang mengalami demensia dan dipulangkan ke daerah. Keluarga juga menerima dan ikhlas,” kata Anam dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (9/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, jemaah tersebut sempat dirujuk ke RS Menur dan dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan. Kondisinya juga disebut sudah tidak mengenali dirinya sendiri sehingga diputuskan tidak diberangkatkan.
Selain dari Jombang, tiga jemaah lain asal Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Lamongan juga dipulangkan setelah kondisi kesehatannya memburuk meski sudah berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Menurut Anam, pemeriksaan kesehatan atau istithaah menjadi syarat utama penentuan kelayakan jemaah untuk berangkat haji. Karena itu, ia meminta daerah lebih selektif dalam menentukan kondisi kesehatan calon jemaah sejak awal.
“Kasihan kalau sudah sampai embarkasi lalu dipulangkan. Mereka sudah pamit dan persiapan dengan keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar calon jemaah tidak memaksakan diri untuk tetap berangkat ketika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.
“Lebih baik menerima keputusan dokter daripada akhirnya merepotkan banyak pihak,” tegasnya.
Selain pemulangan jemaah sakit, PPIH Embarkasi Surabaya juga menerima laporan tiga jemaah wafat di Arab Saudi. Ketiganya yakni Kamariyah Dul Tayib dari Kloter 8 Kabupaten Pasuruan, Abdul Wachid dari Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, dan Fajar Puja Sasmita dari Kloter 11 Kota Malang.
Sementara itu, hingga kini masih ada tujuh jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Surabaya. Mereka terdiri atas lima jemaah sakit dan dua pendamping.(BS/za)











