Bicarasurabaya.com – Arus lalu lintas di Surabaya diprediksi padat dalam dua hari ke depan. Selain aksi demonstrasi sopir truk, konvoi suporter Bonek juga akan berlangsung di sejumlah titik kota.
Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) akan mengerahkan sekitar 1.500 massa dengan 900 truk dalam aksi pada Rabu–Kamis (29–30/4/2026). Mobilisasi ini berpotensi mengganggu arus kendaraan, terutama di pintu masuk kota dan akses menuju pelabuhan.
Koordinator GSJT, Angga Firdiansyah, mengatakan massa bergerak dari Rusunawa Jemundo, Sidoarjo, menuju Bundaran Waru (CITO) sebelum melanjutkan ke lokasi aksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari Jemundo, kumpul di Waru, lalu menuju lokasi aksi,” ujarnya.
Dua titik utama yang menjadi sasaran demonstrasi adalah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di Jalan Jagir Wonokromo dan Depo Pertamina di Perak Barat.
Di waktu berdekatan, ribuan Bonek juga dijadwalkan menggelar konvoi menyambut kedatangan Persebaya. Massa diperkirakan terkonsentrasi di exit Tol Darmo Satelit menuju Jalan Mayjen Sungkono.
Kombinasi dua agenda ini diprediksi memperparah kepadatan, terutama di koridor Surabaya selatan hingga barat.
Sejumlah ruas yang berpotensi terdampak antara lain Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, Jagir Wonokromo, Perak Barat, hingga Jalan Mayjen Sungkono.
Pengendara disarankan menghindari titik tersebut dan menggunakan jalur alternatif seperti Tol Gunungsari, Tol Satelit, atau Tol Dupak. Untuk roda dua, jalur Pagesangan–Menanggal bisa menjadi opsi menghindari kepadatan di Ahmad Yani.
Warga juga diimbau memantau kondisi lalu lintas sebelum bepergian.
Dengan dua mobilisasi besar berlangsung bersamaan, kepadatan lalu lintas di Surabaya diperkirakan meningkat signifikan dalam beberapa hari ke depan.(BS/za)











