Bicarasurabaya.com – Jawa Timur memperkuat kerja sama ekonomi dengan Tiongkok untuk mendorong masuknya investasi di sektor industri, energi terbarukan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Pertemuan dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, di Bandara Juanda, menjadi momentum penjajakan proyek strategis, termasuk pembangunan pabrik melamin di Gresik.
“Kami ingin memastikan investasi yang masuk memberi nilai tambah bagi industri dan membuka lapangan kerja,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya yang diterima, Rabu (8/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek industri tersebut diproyeksikan memperkuat hilirisasi sekaligus meningkatkan daya saing sektor manufaktur di Jawa Timur.
Di sisi lain, kerja sama juga diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri melalui pendidikan vokasi dan peningkatan kompetensi SDM.
“Penguatan SDM menjadi kunci agar investasi tidak hanya masuk, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi daerah,” imbuhnya.
Peluang investasi juga dibuka di sektor peternakan, khususnya pengadaan sapi perah unggul dengan produktivitas tinggi.
“Dengan produktivitas hingga 50 liter per ekor per hari, ini bisa mendorong peningkatan produksi susu nasional,” katanya.
Sektor energi terbarukan turut menjadi perhatian, terutama pengembangan panel surya sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.
Sementara itu, Duta Besar Tiongkok Wang Lutong menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama investasi di Jawa Timur.
“Kami melihat Jawa Timur sebagai mitra strategis dengan potensi besar untuk pengembangan industri dan energi,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan investor Tiongkok akan terus didorong, termasuk pada proyek energi hijau dan pengembangan tenaga kerja berbasis vokasi.
“Kami mendorong lebih banyak perusahaan untuk berinvestasi dan berkolaborasi di Jawa Timur,” tegasnya.
Selain investasi, kerja sama perdagangan juga terus diperluas. Komoditas seperti durian dan salak yang telah menembus pasar Tiongkok dinilai masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan volumenya.
Dengan penguatan kerja sama ini, arus investasi diharapkan tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi efek berganda terhadap industri, tenaga kerja, dan ekspor daerah.(BS/za)











