Polri Siapkan One Way Nasional Saat Puncak Mudik 18 Maret

- Publisher

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Korlantas Polri

i

Foto: dok Korlantas Polri

Bicarasurabaya.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana menerapkan skema one way nasional saat puncak arus mudik Lebaran 2026. Rekayasa lalu lintas tersebut dijadwalkan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul 10.00–12.00 WIB.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol.

“Sesuai hasil koordinasi dengan Menteri Perhubungan dan Dirut Jasa Marga, puncak arus mudik diperkirakan pada 18 Maret. Pada hari itu kami rencanakan penerapan one way nasional mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB,” kata Agus dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (17/3/2026).

Meski demikian, penerapan skema tersebut tetap bergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan. Kepolisian akan memantau pergerakan kendaraan melalui sistem traffic counting sebelum memutuskan skema rekayasa yang diterapkan.

Jika kondisi arus belum memerlukan skema penuh, kemungkinan penerapan one way dapat dilakukan secara bertahap atau hanya di beberapa ruas tertentu.

“Jika berdasarkan pemantauan lalu lintas perlu penyesuaian, skemanya bisa berubah. Bisa one way nasional atau bertahap, nanti akan kami umumkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Jurus Surabaya Perkuat Sekolah dari Bullying hingga Cyberbullying

Sementara itu, hingga saat ini kondisi arus lalu lintas menjelang masa mudik masih relatif terkendali. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas tol, kepadatan dinilai belum signifikan.

Agus menyebut kebijakan work from anywhere (WFA) turut membantu menyebarkan waktu keberangkatan pemudik sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada satu waktu.

“Peningkatan arus sudah terlihat, tetapi masih cukup terkendali. Dengan adanya WFA, waktu keberangkatan pemudik menjadi lebih tersebar,” katanya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB