ITS dan AAL Jajaki Pusat Studi Perang Drone, Perkuat Teknologi Pertahanan

- Publisher

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (kanan) dan Sekretaris Lembaga AAL Laksma TNI Dr Asep Iwa Soemantri SE MM MTrOpsla saat memimpin diskusi. (Foto: dok Humas ITS)

i

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (kanan) dan Sekretaris Lembaga AAL Laksma TNI Dr Asep Iwa Soemantri SE MM MTrOpsla saat memimpin diskusi. (Foto: dok Humas ITS)

Bicarasurabaya.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjajaki kerja sama strategis dengan Akademi Angkatan Laut (AAL) untuk mengembangkan Pusat Studi Perang Drone. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi pertahanan nasional.

Penjajakan dilakukan dalam agenda courtesy visit jajaran AAL di Gedung Rektorat ITS, Kamis (26/2). Pertemuan tersebut membahas potensi sinergi riset, pengembangan teknologi tanpa awak, hingga penguatan sumber daya manusia.

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menilai kunjungan tersebut membuka peluang kolaborasi konkret. Ia menyebut ITS memiliki banyak dosen dan peneliti yang fokus pada pengembangan drone dan sistem otonom.

“Kami memiliki berbagai tim riset yang relevan, mulai dari robotika hingga otomotif. Fasilitas dan SDM siap mendukung pengembangan teknologi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga AAL Laksamana Pertama TNI Asep Iwa Soemantri menegaskan teknologi drone perlu terus dikembangkan, khususnya untuk mendukung pertahanan yang efisien dan modern.

Menurutnya, pemanfaatan drone tidak terbatas pada sektor militer. Teknologi tersebut juga bisa diterapkan di bidang lain seperti pertanian dan pemantauan wilayah.

Baca Juga:  Drone Pintar ITS Raih Juara 3 SAFMC 2026 di Singapura

Ia menambahkan, ITS dipilih karena dinilai kuat dalam bidang teknologi serta memiliki kedekatan geografis dengan AAL di Surabaya, sehingga koordinasi dinilai lebih efektif.

Usai pertemuan, Asep juga memberikan kuliah tamu di hadapan mahasiswa Departemen Teknologi Informasi ITS. Materi yang disampaikan mencakup pembentukan karakter kader pemimpin dan penguatan SDM unggul sebagai bagian awal kolaborasi.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret penguatan inovasi teknologi nasional, sekaligus memperluas peran perguruan tinggi dalam mendukung sistem pertahanan berbasis riset.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB