Sistem AI Ini Klaim Mampu Deteksi Depresi dari Jejak Digital

- Publisher

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr Gede Aditra Pradnyana SKom MKom saat menyampaikan tahapan awal penelitian pada Konferensi Internasional FUZZ-IEEE di Korea Selatan tahun 2023, (foto: dok Humas ITS)

i

Dr Gede Aditra Pradnyana SKom MKom saat menyampaikan tahapan awal penelitian pada Konferensi Internasional FUZZ-IEEE di Korea Selatan tahun 2023, (foto: dok Humas ITS)

Bicarasurabaya.com – Maraknya penggunaan smartphone dan media sosial mendorong perubahan pola ekspresi emosi masyarakat. Melihat fenomena itu, lulusan doktor Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Gede Aditra Pradnyana, mengembangkan sistem deteksi depresi berbasis Artificial Intelligence (AI) multimodal yang memanfaatkan jejak digital pengguna.

Aditra menilai depresi kerap tidak terdeteksi sejak dini karena banyak orang enggan berkonsultasi langsung ke tenaga profesional. Sebaliknya, keluhan dan perasaan justru lebih sering diunggah ke media sosial.

Ia menawarkan pendekatan non-intrusif, yakni membaca pola ekspresi teks dan gambar sebagai indikator awal. “Pendekatan ini memanfaatkan pola ekspresi multimodal, bukan sensor fisiologis, sehingga bisa menjadi deteksi awal yang cepat,” ujarnya.

Model yang dikembangkan bernama DeXMAG. Sistem ini menggabungkan analisis teks dan gambar dengan tipe kepribadian Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) untuk meningkatkan akurasi prediksi.

Secara teknis, unggahan teks diproses menggunakan model bahasa RoBERTa, sementara gambar dianalisis dengan VGG-16. Prediksi tipe kepribadian dilakukan melalui model GloVe-BiLSTM. Seluruh hasil kemudian digabungkan untuk menentukan apakah terdapat indikasi depresi.

Pendekatan multimodal ini terbukti lebih akurat dibanding metode yang hanya menggunakan satu jenis data. Studi ablasi menunjukkan kombinasi sinyal linguistik dan visual memberikan peningkatan kinerja prediktif secara signifikan.

Baca Juga:  Tekan Inflasi, Surabaya Jual Pangan Lebih Murah dari Pasar

Penelitian tersebut menemukan delapan sifat kepribadian yang berkorelasi dengan indikasi depresi, yakni perceiving, judging, intuition, thinking, feeling, introversion, sensing, dan extroversion. Karakteristik itu divisualisasikan dalam diagram radar agar mudah dipahami.

Meski demikian, Aditra menegaskan sistem ini bukan pengganti diagnosis klinis, melainkan alat bantu untuk skrining awal dan intervensi mandiri.

“Harapannya bisa dimanfaatkan luas sebagai fitur aplikasi untuk membantu mengenali kerentanan depresi lebih dini,” katanya.

Riset ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kesehatan dan inovasi. Integrasi AI dengan kesehatan mental digital diharapkan menjadi solusi teknologi yang mendukung kesejahteraan psikologis masyarakat secara berkelanjutan, di tengah tingginya aktivitas digital saat ini. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB