Eri Cahyadi Soal UKT Beasiswa Pemuda Tangguh: Gotong Royong untuk yang Benar-Benar Mampu

- Publisher

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. Pendaftaran beasiswa pemuda tangguh Surabaya (Hum/BS)

i

dok. Pendaftaran beasiswa pemuda tangguh Surabaya (Hum/BS)

Bicarasurabaya.com — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kebijakan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Beasiswa Pemuda Tangguh yang kini diseragamkan menjadi maksimal Rp2,5 juta untuk dua semester. Kebijakan ini, kata Eri, ditempuh agar bantuan pendidikan tepat sasaran dan mengedepankan semangat gotong royong.

Eri menjelaskan, sebelumnya Pemkot Surabaya menanggung UKT penerima beasiswa hingga Rp7 juta bahkan Rp10 juta per semester. Namun dalam praktiknya, bantuan tersebut juga dinikmati oleh warga yang secara ekonomi tergolong mampu.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Kukuhkan 98 Anggota Paskibraka Surabaya

“Pernah ada UKT sampai Rp10 juta ditanggung pemkot, sementara di sisi lain masih ada warga miskin yang tidak bisa kuliah karena anggaran habis. Ini adil atau tidak?” ujar Eri, Rabu (21/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Eri, Surabaya dibangun dengan prinsip saling membantu, di mana bantuan negara seharusnya diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Ia menilai, ketika warga mampu meminta bantuan, kesempatan warga tidak mampu justru tergerus.

Pemkot Surabaya, lanjut Eri, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi di Surabaya agar mahasiswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan bantuan UKT hingga Rp2,5 juta.

Baca Juga:  Malam Ini Festival Rujak Uleg Surabaya Digelar, Catat Lokasi Parkirnya

Ia memastikan warga miskin tidak akan dibebani UKT di atas angka tersebut. “Kalau memang masuk kategori tidak mampu, saya pastikan tidak akan ada UKT di atas itu. Perguruan tinggi menjadi tanggung jawab saya di Surabaya,” tegasnya.

Namun Eri meminta warga yang secara ekonomi mampu untuk tidak memaksakan diri mengajukan bantuan. Menurutnya, kejujuran menjadi kunci agar anggaran pendidikan benar-benar menyentuh sasaran.

Eri juga membuka ruang bagi warga tidak mampu yang belum mendapatkan bantuan. Ia meminta mereka menyampaikan data kondisi ekonomi dan tempat tinggal untuk diverifikasi langsung oleh Pemkot.

Baca Juga:  Wali Kota Surabaya Puji Erick Thohir, Harap Olahraga Indonesia Berprestasi Global

“Kalau merasa tidak mampu, silakan datang. Saya lihat rumahnya, kondisinya bagaimana. Kalau memang butuh, saya pastikan kampus tidak akan menarik UKT lebih dari itu, karena MoU-nya jelas,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB