Surabaya Catat Penurunan Tajam Sampah Malam Tahun Baru

- Publisher

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi-Dok humas Pemkot

i

Foto: Ilustrasi-Dok humas Pemkot

Bicarasurabaya.com – Volume sampah di Kota Surabaya saat perayaan malam Tahun Baru 2026 turun tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya mencatat, timbulan sampah dari aktivitas malam tahun baru kali ini tak sampai 5 ton, jauh lebih rendah dibandingkan malam tahun baru 2025 yang mencapai sekitar 14 ton.

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto mengatakan penurunan signifikan tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus kepatuhan terhadap imbauan pemerintah kota.

Baca Juga:  Aturan Baru Beasiswa Surabaya 2026: Fokus SMA Swasta, Bantuan Rp350 Ribu

“Tahun ini volume sampah malam tahun baru tidak sampai 5 ton. Tahun lalu sekitar 14 ton. Aktivitas masyarakat memang berkurang karena mengikuti imbauan Wali Kota Surabaya untuk tidak merayakan secara berlebihan,” ujar Dedik dalma keterangannya yang dikutip, Sabtu (3/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dedik, imbauan tersebut dikeluarkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai bentuk empati terhadap warga di Sumatera dan Aceh yang tengah dilanda bencana alam. Warga diminta tidak menggelar perayaan besar dan mengurangi kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian.

Baca Juga:  Piton 3,5 Meter Bikin Geger Parkiran Pabrik di Rungkut

Meski volume sampah menurun, DLH tetap menurunkan petugas kebersihan di sejumlah titik yang biasa menjadi pusat keramaian. Beberapa lokasi yang dibersihkan antara lain kawasan Gedung Grahadi, Taman Bungkul, Wisata Kota Lama, dan Taman Suroboyo.

Sampah yang terkumpul didominasi sisa aktivitas konsumsi masyarakat, seperti botol plastik, kardus, dan sisa makanan. Namun, jumlahnya dinilai jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Titik-titik itu memang masih jadi tempat kumpul warga, tetapi volumenya tidak banyak. Imbauan pemkot didengar dan dijalankan dengan baik,” kata Dedik.

Baca Juga:  Mobil Terperosok di Lautan Pasir, Kisah Damkar Surabaya Berjibaku Padamkan Api Bromo

Dedik menegaskan, angka kurang dari 5 ton tersebut merupakan timbulan sampah khusus dari aktivitas malam tahun baru di ruang publik, bukan total sampah harian Kota Surabaya.

“Ini murni sampah dari satu kegiatan malam tahun baru, tidak termasuk sampah domestik harian di TPS. Perbandingannya sangat jauh dan ini perkembangan positif bagi kebersihan Surabaya,” pungkasnya. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB