Wali Kota Eri Geram Mural Gubeng Pojok Dirusak: Hukumannya Harus Berat

- Publisher

Rabu, 5 November 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mural Gubeng Pojok usai diperbaiki. (Foto: Humas-Ist/BS)

i

Mural Gubeng Pojok usai diperbaiki. (Foto: Humas-Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya tengah memburu pelaku vandalisme yang merusak mural di kawasan Jalan Gubeng Pojok. Mural yang baru selesai dikerjakan itu dicorat-coret oleh pihak tak bertanggung jawab, memicu keprihatinan Wali Kota Eri Cahyadi.

Eri menegaskan, ia telah memerintahkan perangkat daerah terkait untuk menelusuri kasus tersebut dengan bantuan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

“Saya sudah minta teman-teman memprosesnya. Ada CCTV di sana, jadi bisa dilacak. Kalau sudah dibuat mural, tolong jangan dirusak,” ujar Eri dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, tindakan vandalisme terhadap fasilitas umum bukan sekadar kenakalan, tetapi pelanggaran hukum yang bisa dijerat pidana.

“Saya pidanakan, karena merusak fasilitas umum bisa masuk kategori pidana,” tegasnya.

Eri mengaku prihatin dengan aksi perusakan itu, terutama karena mural tersebut merupakan hasil karya anak muda Surabaya yang dibuat dengan penuh dedikasi.

“Arek-arek (seniman muda) sudah bersusah payah membuatnya, tapi dirusak. Saya minta pelakunya dicari sampai ketemu, hukumannya jangan ringan. Ini fasilitas umum,” kata Eri.

Baca Juga:  Surabaya Perluas Layanan Tes HIV, Kasus Baru Turun 10 Persen

Ia menjelaskan, ada beberapa titik CCTV di sekitar lokasi yang akan digunakan Satpol PP dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya untuk melacak pelaku.

“Insyaallah ada dua atau tiga CCTV di sekitar sana. Teman-teman sedang menelusuri. Saya bilang, goleki (cari) sampai ketemu,” ujarnya.

Mural di Jalan Gubeng Pojok, lanjut Eri, dibuat menggunakan anggaran pemerintah sebagai bagian dari program mempercantik wajah kota. Karya itu memiliki makna persatuan dan keberagaman warga Surabaya.

Baca Juga:  Diduga Mengantuk, Mobil Tabrak Tangki Pertamina Lalu Terbalik

“Mural ini menggambarkan keberagaman suku, ras, agama, dan keindahan wisata di Surabaya. Karena itu, kita harus menjaganya bersama,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Eri menyampaikan pesan agar pelaku menyadari kesalahannya.

“Semoga yang tangannya jahil dibuka hatinya biar sadar. Bagaimanapun juga, dia tetap warga Surabaya,” tutupnya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB