Inovasi Batik Berbasis AI Warnai Peringatan Sumpah Pemuda

- Publisher

Selasa, 28 Oktober 2025 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keseruan Petranesian berswafoto dengan kain-kain batik di Perpustakaan PCU. (Foto: Humas PCU/BS)

i

Keseruan Petranesian berswafoto dengan kain-kain batik di Perpustakaan PCU. (Foto: Humas PCU/BS)

Bicarasurabaya.com – Dalam semangat Sumpah Pemuda dan perayaan Bulan Batik Oktober, Petra Christian University (PCU) menggelar kegiatan bertajuk “Sumpah Pemuda: Refleksi Cinta Tanah Air Melalui Batik AI Future Code”.

Acara yang berlangsung di Perpustakaan Gedung Radius Prawiro lantai 6, Kampus PCU Surabaya, ini menghadirkan pameran batik inovatif sekaligus ruang interaksi lintas generasi.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pameran bulanan bertema “Memetik Pucuk Batik” yang berlangsung sepanjang Oktober. Melalui kolaborasi antara Perpustakaan PCU dan dosen Desain Komunikasi Visual, Dr. Aniendya Christianna, pameran ini mengajak generasi muda mengekspresikan kecintaan terhadap budaya dengan sentuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Perpustakaan PCU, Dian Wulandari, menjelaskan bahwa konsep Batik AI Future Code dirancang sebagai jembatan antara warisan masa lalu dan masa depan.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Melonjak hingga 60 Persen, Pakar: Ini Sinyal Kecemasan Global

“Generasi muda menggunakan AI untuk menciptakan motif yang relevan dengan zaman, tanpa kehilangan nilai tradisi. Ini selaras dengan filosofi pameran ‘Memetik Pucuk Batik’ yang menggambarkan generasi baru memanen warisan leluhur dan menumbuhkan tunas inovasi digital agar batik tetap abadi,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Selasa (28/10/2025).

Dian menambahkan, pameran ini juga merupakan wujud nyata transformasi perpustakaan PCU yang kini berfungsi sebagai living museum dengan konsep GLAM (Gallery, Library, Archive, Museum) — ruang publik yang mempertemukan pembelajaran budaya dan teknologi.

Dalam pameran tersebut, mahasiswa diberi kesempatan menciptakan motif batik kontemporer berbasis AI dengan template prompt yang disediakan. Mereka bebas menafsirkan semangat Sumpah Pemuda melalui elemen simbolik seperti Pancasila, Bendera Merah Putih, atau tokoh nasional W.R. Supratman.

Baca Juga:  Gandeng MarkPlus Institute, ITS Luncurkan Prodi MMT in TechnoMarketing

Dr. Aniendya menjelaskan, pendekatan ini bukan sekadar eksperimen teknologi, melainkan bagian dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa mengenang jasa pahlawan dan menghargai budaya dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Mereka bisa menciptakan motif yang belum pernah ada sebelumnya, mencerminkan karakter dan semangat muda masing-masing,” tuturnya.

Selain eksplorasi digital, pengunjung juga dapat menikmati pameran “Memetik Pucuk Batik” yang menampilkan hasil riset tentang dua wajah batik berbeda: Batik Dolly dan Batik Belanda.

Baca Juga:  Dua Prodi di UK Petra Lolos Seleksi Program Bantuan Studi Menjadi Model CoE MBKM

Batik Dolly, dengan dominasi warna ungu dan motif urban ekspresif, menjadi simbol transformasi — dari kawasan dengan masa lalu kelam menjadi ruang kreatif yang berdaya.
Sementara Batik Belanda menampilkan jejak sejarah lebih dari seabad, dengan motif flora, fauna, hingga figur tentara dan kapal perang yang menggambarkan pertemuan budaya Indonesia-Belanda.

Melalui pameran ini, PCU mengajak generasi muda menjadikan batik bukan sekadar warisan, melainkan media refleksi dan inovasi.

Semangat Sumpah Pemuda tahun ini, kata Dr. Aniendya, dapat diwujudkan dengan sederhana: melestarikan budaya melalui karya dan teknologi.

“Setiap helai batik menyimpan cerita perjuangan dan identitas bangsa. Dengan inovasi, kita bisa memastikan cerita itu terus hidup,” ujarnya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB