Bicarasurabaya.com – Tim robot terbang Bayucaraka dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang International UAV Competition Teknofest 2025 yang digelar di Koaceli, Turki, tim ini berhasil meraih Juara 3 kategori Fixed Wing, mengalahkan 131 peserta dari berbagai negara.
Koordinator Pembina Tim Bayucaraka ITS, Aldinata Rizky Revanda, menjelaskan bahwa Teknofest merupakan kompetisi teknologi kedirgantaraan bergengsi yang diadakan oleh Tubitak Turki. Tahun ini, Bayucaraka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos di dua kategori lomba sekaligus: Fixed Wing dan Free Mission.
Pada kategori Fixed Wing, Bayucaraka mengandalkan pesawat tanpa awak andalannya, Leonardoro, yang harus menyelesaikan misi terbang berbentuk angka delapan dan menjatuhkan muatan tepat di sasaran. Keunggulan pesawat ini, kata Aldinata, terletak pada bobotnya yang ringan karena menggunakan material styrofoam berkekuatan tinggi. “Tim lain cenderung memakai polimer yang lebih berat, sedangkan Leonardoro unggul di sisi keringanan,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk kategori Free Mission, Bayucaraka mengembangkan pesawat Bayusuta, yang hampir seluruh komponennya dirancang dan diproduksi secara mandiri, mulai dari motor, baling-baling, hingga bodi. Penilaian lomba difokuskan pada tingkat kemandirian dalam proses produksi.
Perjalanan tim tidak mulus. Mereka harus beradaptasi dengan kondisi lapangan di Turki yang berangin kencang. “Kami sempat khawatir motor pesawat tidak cukup kuat melawan angin,” kenang Aldinata.
Meski begitu, kerja keras selama berbulan-bulan dan dukungan penuh dari Direktorat Kemahasiswaan ITS serta Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma) ITS membuahkan hasil. Dengan dua prestasi internasional yang diraih tahun ini, Bayucaraka optimistis bisa membawa pulang gelar juara umum di Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2025 mendatang.
Keberhasilan Bayucaraka ITS juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang pembangunan infrastruktur, industri, dan inovasi. Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi teknologi kedirgantaraan dari kampus Indonesia mampu bersaing di level global.(cit)









