Bicarasurabaya.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mengkaji terlebih dahulu proposal pengajuan bantuan renovasi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, sebelum memutuskan apakah dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa digunakan untuk membantu pembangunan kembali pesantren tersebut.
“Saya belum tahu, belum lihat proposalnya,” kata Purbaya di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Purbaya menegaskan keputusan akan diambil setelah Kementerian Keuangan menerima dan mempelajari detail usulan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak tahu bagaimana yang terbaik. Tapi nanti begitu lihat proposal, saya akan bisa putuskan,” ujarnya.
Sebelumnya, Purbaya mengaku sempat mendapat pesan agar tidak mengabulkan usulan bantuan pembangunan ulang pesantren yang ambruk pada awal Oktober itu.
“Jangan, katanya. Nanti yang lain iri,” ucapnya tanpa menyebutkan siapa pengirim pesan tersebut.
Rencana bantuan untuk Ponpes Al-Khoziny pertama kali disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Ia mendorong pemerintah menggunakan APBN untuk membantu proses pembangunan ulang pesantren tersebut.
Menurut Cak Imin, pesantren merupakan bagian penting dari sistem pendidikan dan sosial di Indonesia, sehingga pemerintah perlu hadir memastikan rasa aman dan kenyamanan dalam kegiatan belajar-mengajar.
“Penggunaan APBN dibutuhkan agar proses penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Cak Imin sebelumnya.
Ia juga menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap lembaga pesantren sebagai elemen penting masyarakat yang telah berkontribusi jauh sebelum Indonesia merdeka.
Seperti diketahui, bangunan utama Ponpes Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, runtuh awal Oktober 2025 dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka, termasuk sejumlah santri asal Surabaya. Pemerintah daerah setempat saat ini tengah menyalurkan bantuan dan memfasilitasi pemulihan korban.(BS/za)











