Surabaya Bidik Predikat Kota Sehat, Fokus pada Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

- Publisher

Kamis, 25 September 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerimaan Tim Verifikator Pusat Kota Sehat. (foto: Humas/BS)

i

Penerimaan Tim Verifikator Pusat Kota Sehat. (foto: Humas/BS)

Bicarasurabaya.com — Pemerintah Kota Surabaya menyambut kedatangan Tim Verifikator Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Pusat, Kamis (25/9/2025). Kunjungan ini bertujuan melakukan validasi lapangan sebagai bagian dari penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional 2025.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa predikat kota sehat bukan sekadar slogan, melainkan kewajiban pemerintah daerah. Menurutnya, mewujudkan kota sehat memerlukan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif warga. “Kami akan terus bergerak bersama untuk mewujudkan kota yang sehat di Kota Pahlawan ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Surabaya Canangkan 25 Maret Hari Padat Karya

Sejumlah program menjadi fokus Pemkot, terutama perbaikan sanitasi dan pengelolaan sampah. Surabaya telah mencapai cakupan 100 persen kepemilikan jamban, dan kini menargetkan 700 RW melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. Sampah yang terkumpul akan diolah lebih dulu di komposter atau TPS 3R di 12 lokasi sebelum dibawa ke TPA Benowo. Pemkot juga mendorong tanggung jawab produsen atas sampah yang tidak bisa didaur ulang melalui koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

Eri menekankan, esensi kota sehat adalah perubahan pola pikir warga. Program kesehatan diarahkan pada pencegahan agar biaya layanan medis bisa ditekan. “Kalau semakin banyak warga yang sakit, berarti kita gagal dalam tindakan preventif. Dana itu seharusnya bisa dialihkan untuk hal yang lebih produktif, seperti menekan angka kematian ibu dan anak,” katanya.

Sementara itu, anggota Tim Verifikator KKS Pusat, Ahmad Sobirin, menuturkan bahwa penilaian kota sehat mencakup sembilan tatanan, mulai dari perlindungan sosial, kesehatan mandiri, kebudayaan, pasar, sekolah, hingga perkantoran. “Kami akan melihat apakah program yang disampaikan Pemkot benar-benar dijalankan di lapangan, bukan hanya sekadar dokumen,” ujarnya.

Baca Juga:  Dispendukcapil Surabaya Tetap Buka Selama Libur dan Cuti Bersama 2020

Dengan kontribusi berbagai program tersebut, Surabaya berharap dapat mempertahankan sekaligus memperkuat predikat sebagai kota sehat yang bukan hanya soal medis, melainkan gaya hidup dan lingkungan yang mendukung kesejahteraan warganya.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB