Banyak Kos Campur Tanpa Ikatan Suami-Istri di Surabaya, Wali Kota Eri: Jangan Cuek, Jangan Dibiarkan

- Publisher

Rabu, 17 September 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ist-dok/BS)

i

(Foto: Ist-dok/BS)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan akan menggelar razia terhadap rumah kos campur yang dihuni pasangan tanpa ikatan resmi. Kebijakan ini menyusul kasus mutilasi sadis yang dilakukan Alvi Maulana (24) terhadap kekasihnya, Tiara Angelina Saraswati (25), di sebuah rumah kos di Surabaya.

Menurut Eri, Pemkot telah mengantongi data kos-kosan di seluruh Surabaya dan akan berkoordinasi dengan Kampung Pancasila untuk mengawasi aktivitas penghuninya. Ia juga mengingatkan warga agar tidak bersikap acuh terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Badan Publik Informatif dalam KI Jatim Awards 2024

“Jangan cuek. Kalau ada kos-kosan yang dihuni bukan suami-istri, jangan dibiarkan. Dari situ bisa muncul masalah pelecehan, kekerasan, bahkan kriminalitas,” ujar Eri, Rabu (17/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain melakukan razia, Eri meminta pemilik kos lebih ketat dalam mendata penghuni maupun tamu yang keluar masuk. Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah tindak pidana mulai dari pembunuhan, kekerasan, pelecehan seksual, hingga pencurian.

Pemkot mencatat, ada 6.398 rumah kos di Surabaya, meski tidak semuanya merupakan kos campur. Razia dijadwalkan dimulai pekan depan, setelah seluruh Kampung Pancasila rampung dibentuk.

Baca Juga:  Didominasi Anak Muda, 20 Pelaku Vandalisme Diamankan Satpol PP

“Data sudah ada. Insyaallah setelah minggu ini, pekan depan kita mulai bergerak,” kata Eri.

Ia juga menyoroti keberadaan kos campur yang dinilai rawan penyalahgunaan. “Kos putra ada penjaganya, kos putri ada penjaganya. Tapi kalau kos campur, siapa yang memastikan mereka suami-istri? Kalau tidak ada kontrol, bisa muncul masalah besar,” tegasnya.

Berita Terkait

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB