Mediasi Lancar, Camat Asemrowo dan BNPM Surabaya Sepakat Berdamai

- Publisher

Jumat, 31 Januari 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediasi antara Camat Asemrowo dengan BNPM Surabaya di kantor Kecamatan Asemrowo, Kamis (30/1/2025) (dok. Pemkot Surabaya)

i

Mediasi antara Camat Asemrowo dengan BNPM Surabaya di kantor Kecamatan Asemrowo, Kamis (30/1/2025) (dok. Pemkot Surabaya)


Bicarasurabaya.com – Buntut perkara video viral Camat Asemrowo, Muhammad Khusnul Amin digeruduk organisasi masyarakat (Ormas) Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) berakhir damai.

Kesepakatan damai antara Camat Asemrowo, Khusnul Amin dan Ketua BNPM Surabaya, Muhammad Rosuli, setelah dilakukan mediasi di kantor Kecamatan Asemrowo, pada Kamis (30/1/2025) malam.

Kesepakatan tersebut disaksikan secara langsung oleh Kepala Satpol PP Surabaya, M. Fikser, Tim Pengacara Khusnul Amin, Abdul Rouf Al Makki serta perwakilan dari anggota BNPM Surabaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam mediasi itu, keduanya sepakat saling memaafkan satu sama lain dan berencana akan mencabut laporan terhadap penyebar video yang sempat viral sebelumnya.

Di kesempatan ini, Ketua BNPM Surabaya, Rosuli menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya karena telah memfasilitasi mediasi pada malam kemarin.

Baca Juga:  Blusukan di Jakarta, Risma Temui PMKS Tawarkan Tempat Tinggal Lebih Layak

“Adanya pertemuan malam ini, dan dimediasi secara langsung oleh Kasatpol PP, Pak Fikser, sangat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Karena proses malam ini kami bertemu dalam kapasitas mencari solusi yang terbaik,” kata Rosuli.

Dalam mediasi tersebut, Rosuli turut meminta maaf atas adanya kegaduhan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu di kantor Kecamatan Asemrowo. Bahkan, ia sangat menyayangkan kegaduhan tersebut sampai viral di sosial media (medsos).

“Saya memohon maaf secara pribadi, juga terhadap keluarga besar Pak Amin, dan terhadap warga Surabaya atas apa yang pernah terjadi di Kecamatan Asemrowo. Saya menyatakan, bahwa yang terjadi kegaduhan kemarin di ruangan Pak Camat sehingga memberikan narasi yang tidak baik, bahwa itu tidak benar,” ucap Rosuli.

Baca Juga:  Malmingan di Makam Kembang Kuning, Ning Luluk Diamankan Petugas Gabungan

Di samping itu, Camat Asemrowo, Khusnul Amin menegaskan kembali, bahwa video viral yang menarasikan dirinya menyembunyikan wanita di bawah meja kerjanya itu tidak benar. Menurutnya, hal itu dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan sebagai anggota BNPM.

Di pertemuan tersebut, Khusnul Amin dengan didampingi kuasa hukumnya, sepakat menerima permintaan maaf atas adanya kegaduhan yang sempat terjadi di ruang kerjanya.

“Saya terima permohonan maaf dari Mas Rosuli, saya sama-sama saling memaafkan lah, apalagi sebentar lagi memasuki bulan ramadan,” kata Khusnul.

Khusnul berharap, setelah mediasi tersebut, ia bersama jajarannya di Kecamatan Asemrowo bisa menjalin hubungan yang lebih baik dengan BNPM Surabaya ke depannya.

Baca Juga:  Imbas Video Viral 'Hancurkan Risma', Emak-emak Gelar Aksi Bela Bu Risma dan Lawan Premanisme

“Ke depan lebih baik lagi, menjalin persaudaraan lebih baik lagi, dan saling bertegur sapa serta menjaga ukhuwah Islam,” harapnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Surabaya, M. Fikser menambahkan, tujuan mediasi ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang sebelumnya sempat membuat gaduh warga Surabaya. Selain itu, adanya mediasi ini juga untuk membangun rasa guyub rukun dan kebersamaan di Kota Surabaya.

“Hal ini sejalan dengan harapan Pak Wali Kota (Eri Cahyadi), jika ada suatu permasalahan, harus diselesaikan secara baik-baik, di situlah peran pemerintah kota. Karena Pak Wali itu ingin, kota ini dibangun dengan rasa guyub rukun dan kebersamaan,” pungkasnya. (*/BS02)

Berita Terkait

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terbaru